alexametrics

Jakarta Menuju Kota Ramah Lingkungan, Anies Siapkan Roadmap Bus Listrik

loading...
Jakarta Menuju Kota Ramah Lingkungan, Anies Siapkan Roadmap Bus Listrik
Bus listrik buatan PT MAB dipamerkan di ajang GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo 2018. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendorong penggunaan bus listrik di Ibu Kota. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan membuat road map (rencana rinci) bus listrik agar Jakarta bisa menjadi kota yang ramah lingkungan dalam segala aspek.

Menurut Anies, salah satu yang dibahas untuk kota ramah lingkungan yaitu menggunakan bus listrik. Anies mengaku baru tahu jika penyedia bus listrik selama ini ternyata 95 persen berasal dari China. Bahkan di Eropa juga menggunakan bus listrik dari China. Scania dan Volvo yang merupakan produsen besar justru tidak memproduksi bus listrik. Mereka masih memproduksi dengan cara lama.

Dengan adanya uji coba bus listrik dalam waktu dekat, Anies berharap Pemprov DKI Jakarta mendapatkan data dari berbagai segi, baik segi ekonomi, penghitungan, dan sebagainya. Dari situlah baru dapat diketahui konversinya. (Baca juga: PT Transjakarta Bakal Uji Coba Bus Listrik Senayan-Monas)



"Karena kalau konversi artinya ada unsur investasi, ada perhitungan keuangannya dan dari sana kita tahu waktunya berapa lama kita bisa melakukan. Tapi yang mendasar sekali, pemerintah harus menjadi pihak pertama yang melakukan konversi dari kendaraan berbasis fosil, menjadi tenaga yang ramah lingkungan. Pemerintah harus memulainya. Jakarta komitmen memulai itu," ujarnya, Jumat (29/3/2019).

Mantan Menteri Pendidikan itu menyebutkan bahwa DKI sudah memiliki 20 gedung sekolah yang listriknya menggunakan solar panel. Nantinya, sekolah yang biasa digunakan siang hari, baterai penyimpananya bisa digunakan untuk uji coba. (Baca juga: DKI Dianggap Mampu Operasikan Bus Listrik di Ibu Kota)

"Tantangan dari solar itu adalah baterenya. Belum tentu baterenya tahan sampai lewat waktu. Ini yang sedang kami lakukan. Di Beijing, itu 10 tahun untuk mengubah predikat lima kota paling kotor udaranya di duni. Hari ini China tidak masuk lagi ke kota paling kotor. Jadi kalau kita sudah dapat informasinya dengan lengkap, kita susun road map-nya. Paling depan pemerintah supaya seluruh rakyat terlibat," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak