alexametrics

Pemkab Bogor Ajukan Permintaan 2.000 Unit PJU Tenaga Surya

loading...
Pemkab Bogor Ajukan Permintaan 2.000 Unit PJU Tenaga Surya
Pemkab Bogor mengajukan permintaan 2.000 lampu PJU untuk disebar di 40 kecamatan.Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
BOGOR - Pemkab Bogor menyatakan masih banyak ruas jalan di 40 kecamatan belum dilengkapi dengan fasilitas penerangan jalan umum (PJU). Pemkab pun mengajukan permintaan PJU tenaga surya kepada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, meski belum lama ini Kementerian ESDM menyalurkan 900 titik PJU Tenaga Surya (TS) yang dipasang di 176 desa dalam 39 kecamatan di Kabupaten Bogor namun tetap saja masih kekurangan. "Selanjutnya masih banyak kawasan yang belum mendapatkan penerangan jalan dan Kabupaten Bogor pada tahun ini kembali mengajukan PJU TS ke Kementerian ESDM sebanyak 2.000 titik untuk 40 kecamatan," kata Iwan pada Minggu (24/3/2019).

Menurut Iwan, PJU TS ini selain bermanfaat untuk penerangan masyarakat dalam beraktivitas juga dipercaya akan menurunkan angka kriminalitas dan memberikan dampak signifikan bagi efisiensi pengeluaran dana. "Sebab tidak perlu membayar listrik ke PLN. Saya imbau masyarakat untuk ikut merawat dan mengawasi PJU TS yang sudah terpasang karena ini merupakan fasilitas umum," ujarnya.



Sementara itu Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor mengaku kewalahan memasang PJU lantaran selain luasnya wilayah juga minimnya anggaran, sehingga masih banyak ruas jalan yang belum terpasang PJU. Bantuan dari pemerintah pusat diberikan untuk menerangi jalan sepanjang 45 kilometer.
Dengan harga per unit sebesar Rp18 juta. Pada tahun lalu, pihaknya sempat memasang 900 unit."Tahun ini kami sebenarnya mengajukan 2000 unit. Tapi sepertinya hanya setengahnya saja yang direalisasikan," kata Kepala Seksi Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Ade Habib.

Dia menjelaskan jika penambahan PJU-TS bisa menyediakan 2.000 unit, maka per kecamatan dibutuhkan sebanyak 50 unit. "Dengan bantuan sekarang, hanya kebagian 25 unit PJU-TS setiap kecamatan. Padahal kami inginnya merata, khawatir ada yang dipasang tapi titik lain tidak," ujarnya.

Ade menuturkan, banyak yang mengajukan bahkan sudah dibahas dalam musrenbang. Untuk itu, pihaknya mensiasati dengan cara mengambil dana CSR dari perusahaan yang ada di tiap kecamatan."Sebenarnya tahun lalu ada 1.200 titik. Hanya terjadi kegagalan dalam proses lelang. Untuk 2019 belum, karena kami menunggu perintah dari pusat," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, Harris saat menyalurkan PJU TS di Ciampea, Bogor beberapa waktu lalu menjelaskan, pengadaan PJU-TS itu kini masih dalam proses lelang."Sebanyak 600 itu dalam proses lelang. Tapi ada tambahan 400 jadi 1.000 unit untuk Kabupaten Bogor. Tentu itu akan kita tindaklanjuti," katanya.

Dia menjelaskan, untuk 2019 banyak pekerjaan rumah yang perlu ditingkatkan mengenai energi listirk. "Kami punya prinsip energi berkeadilan untuk bisa dikembangkan dan memberikan akses listrik dengan harga terjangkau, termasuk di daerah terpencil dan ada 900 PJU sudah terpasang tersebar di 38 kecamatan dari 176 desa di Kabupaten Bogor," jelasnya.

Harris melanjutkan, PJU TS ini adalah lampu penerangan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi dan terintegrasi dengan baterai. Komponen PJU Tenaga Surya terdiri dari lampu LED dengan 40 watt, lumen 7.064. 1 watt terdiri atas 162 lumen. "Ini adalah tingkat terang lampu yang sangat baik. Semua listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan lampunya itu dari panel surya tidak ada terhubung listrik PLN sehingga tidak ada tagihan PLN," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak