alexametrics

Disdukcapil Tangsel Sayangkan Warga Gunakan Calo untuk Urus KIA

loading...
Disdukcapil Tangsel Sayangkan Warga Gunakan Calo untuk Urus KIA
Warga saat melakukan pendaftaran untuk membuat KIA yang menjadi persyaratan masuk sekolah, Kamis (10/1/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tangerang Selatan (Disdukcapil Tangsel) mengaku akan menolak permohonan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) yang dilakukan oleh calo. Menurutnya, ada 100 sekolah yang bisa melakukan pelayanan kolektif hingga orang tua tak perlu gunakan jasa calo.

Kepala Disdukcapil Dedi Budiawan mengatakan, jastip pembuatan KIA tidak diperbolehkan, karena masuk dalam kategori pungutan liar (pungli).

"Supaya tertib, pembuatan KIA kolektif hanya bisa dilakukan melalui sekolah saja. Kami gak akan terima, karena gratis. Kolektif hanya lewat sekolah, karena untuk menghindari adanya pungli," sambungnya.



Saat ini, baru ada 100 sekolah yang bisa melakukan pelayanan kolektif pembuatan KIA. Sisanya belum bisa. Menurutnya, banyak alternatif agar warga tidak antre.

"Saya bingung sama warga. Apa susahnya kolektif via sekolah. Sudah ada 100 sekolah kok. Warga suka aneh. Banyak pilihan, tapi milih yang susah, yang antre. Ada kolektif, online, kenapa gak tempuh itu," jelasnya.

Selain di sekolah, kolektif juga bisa kantor kelurahan maupun kecamatan. Dengan catatan, tempat-tempat itu jadi tujuan dari pembuatan KIA kolektif yang ditentukan.

Namun, saat ditanya dimana jadwal KIA kolektif itu, Dedi meminta bersabar. Dengan nada bercanda, dia mengatakan, tunggu sampai APBD turun. Lebih lanjut, dia menegaskan, bahwa pembuatan KIA gratis.

"Tuh kan mulai ada pungli. Ada yang gratis kolektif or online, pilih yang bayar. Silakan (jastip), tapi akan kami tolak. Hanya via sekolah dengan pengantar resmi dari kepsek yang akan kami layani," tukasnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak