alexametrics

Melongok Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik di Jabodetabek

loading...
Melongok Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik di Jabodetabek
Suasana kegiatan di Bank Sampah Induk Gesit Jakarta Selatan. Foto/SINDOnews/Nuriwan Trihendrawan
A+ A-
JAKARTA - Sebagian besar orang mungkin beranggapan sampah, terutama sampah plastik tidak berguna karena tak bernilai. Namun sebenarnya setiap sampah plastik mempunyai nilai ekonomi. Nilai ekonomi tercipta karena adanya proses daur ulang atau recycling produk plastik.

Hal itu terungkap saat SINDOnews mengikuti kegiatan Circularity Tour bersama Danone Aqua ke sejumlah tempat pengumpulan dan pengolahan sampah plastik di Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor dan Sukabumi, Selasa 18 Desember 2018 hingga Rabu 19 Desember 2018.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Smart Drop Box botol plastik yang ada di Alfamart Tegal Parang, Jakarta Selatan. Masyarakat bisa menukar botol bekas minuman mineral ke Smart Drop Box ini, tiap botol dihargai senilai Rp60 untuk botol Aqua dan Rp50 untuk botol merek lain.



Proses penukaran botol dengan dana tersebut dilakukan melalui aplikasi di smartphone menggunakan kartu Telkomsel, uang tersebut akan dimasukan ke rekening T-Cash.

Selanjutnya, rombongan Circularity Tour mengunjungi Bank Sampah Induk Gesit (BSIG), Jakarta Selatan. Bank Sampah Induk Gesit didirikan saat Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017.

Bendahara BSIG Jakarta Selatan, Ermita, mengatakan, pendirian bank sampah bertujuan menstabilkan harga sampah agar tidak anjlok. Diharapkan apabila harga sampah stabil maka keberlangsungan bank-bank sampah di tingkat warga dan sekolah akan terus bertahan dan berkelanjutan.

“Total ada 37 bank sampah tingkat bawah yang kami layani. Mulai dari bank sampah warga yang ada di tiap lingkungan RW, bank sampah apartemen, bank sampah karyawan di kantor-kantor, dan bank sampah sekolah,” jelas Ermita didamping Project Manager Yayasan Rumah Pelangi Hilal, di BSIG Jaksel.

Ermita mengungkapkan, dalam 1 hari ada 15 truk sampah plastik yang datang ke BSIG. Truk sampah ini berasal dari berbagai bank sampah di tingkat bawah. Omzet bisnis sampah di BSIG terhitung sejak Januari hingga November 2018 sebesar Rp996,51 juta.

Ermita mengakui omzet bisnis BSIG fluktuatif, dipengaruhi suplai sampah dari bank sampah di tingkat bawah dan pihak pembeli sampah yang dikelola BSIG. Pembeli sampah BSIG adalah Recycle Business Unit (RBU) yang ada di Kademangan, Tangerang Selatan.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak