alexametrics

PPDB Online Tangsel Kacau, Siswa Nilai Rendah Geser NEM Tinggi

loading...
PPDB Online Tangsel Kacau, Siswa Nilai Rendah Geser NEM Tinggi
Salah seorang wali murid menunjukkan siswa yang nilai rendah menggeser nem tinggi. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, gagal dan berlangsung sangat amburadul.

Dody Wijaya (33), salah seorang wali murid mengatakan, dirinya protes ke Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, karena pelaksanaan PPDB Online kacau, dan pihak dinas yang lambat mengatasi permasalahan yang ada.

"NEM (nilai ebtanas murni) anak saya tinggi, yakni 23,71. Tetapi mengapa malah digeser dengan siswa lain yang NEM-nya lebih rendah, di bawah 20. Saya sangat kecewa," kata Dody ditemui di Pemkot Tangsel, Jumat (13/7/2018).

Dody mendaftar PPDB Online pada 2 Juli 2018, dan masuk seleksi dengan nonor urut 20. Namun, terpental ke urutan 40, hingga server mati.

"Lalu nama anak saya tidak ada alias hilang. Tetapi terdaftar masih ada. Di seleksinya yang tidak ada. Setelah seleksinya mental, berarti anak saya tidak lulus dan masuk," sambung Dody lagi.

Kemudian, Dody melakukan pengecekan kepada NEM siswa lainnya. Bukan kepalang kagetnya, ternyata nilai USBN yang di bawah 20 banyak yang masuk.

"Nah, anak saya yang nilai NEM-nya 23,71 dengan zona yang sama malah tidak masuk. Saya daftar sesuai zonasi ke SMPN 12 Tangsel, Jurang Mangu, Pondok Aren, Kota Tangsel," tambah Dody.

Dijelaskan Dody, pihaknya sudah bolak balik ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel selama tiga kali. Sampai-sampai mengorbankan kerja dan istirahatnya.

"Banyak kesalahannya. Pertama nomor urut 248 dan 249 dengan nama yang sama Frienda Busthomi Abdillah, dengan NEM 19,79. Lalu atas nama Rahayu Dwi Ariyanti, NEM-nya hanya 13,92," jelasnya. (Baca juga: PPDB Online Kacau, Puluhan Wali Murid Geruduk Pemkot Tangsel)

Dirinya bertanya-tanya, kenapa anaknya yang memiliki NEM tinggi tidak masuk, dan banyak anak-anak yang NEM-nya rendah dan namanya double bisa masuk.

"Saya sudah berjuang dan mengadu ke sana dan kemari. Tetapi masih belum ada hasilnya. Terdaftar masih, tapi diseleksi itu tidak ada. Pendaftaran ulang siswa baru sampai Sabtu 14 Juli 2018," tukasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak