Positif Covid-19 Bertambah, Pemkot Bogor Libatkan TNI/Polri Tindak Pelanggar PSBB

loading...
Positif Covid-19 Bertambah, Pemkot Bogor Libatkan TNI/Polri Tindak Pelanggar PSBB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.Foto/SINDOnews/Dok
Menyusul melonjaknya jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bogor yang terjadi selama tiga hari terakhir, Pemkot Bogor tak segan menindak tegas para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Adaptasi Kebiasaan Baru(AKB).

Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, tindakan tegas itu diterapkan sesuai Perwali Nomor 64/2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam pelaksanaan PSBB-AKB yang sempat didahului dengan sosialisasi secara massif. Dedie yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kota Bogor mengaku penerapan sanksi tegas itu merupakan bagian dari upaya maksimal penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

"Sebab dari hasil operasi pada, Jumat, 7 Agustus 2020 lalu, sempat ditemukan 53 kasus pelanggaran (protokol kesehatan di masa PSBB-AKB) yang terjadi di lapangan," kata Dedie, Selasa (11/08/2020).(Baca: 1 Perawat Terpapar Covid-19, Puskesmas Lemah Abang Disterilisasi)

Tak hanya itu, agar penindakan terhadap pelanggar tertib kesehatan berlangsung efektif, pihaknya akan melibatkan TNI-Polri."Ini (keterlibatan TNI-Polri) juga sebagai tindak lanjut dalam pelaksanaan Inpres Nomor 6 /2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukumnya dan Pergub Nomor 60/2020 tentang pengenaan sanksi bagi pelanggaran protokol kesehatan," katanya.



Sebelumnya Dedie juga sempat mengumumkan data terkini terkait lonjakan angka kasus Covid-19 di Kota Bogor hingga Senin (10/8/2020), tercatat 362 kasus konfirmasi positif. Berdasarkan hasil penelusuran atau swab test yang dilaksanakan dalam rangka Fact Finding atau pencarian aktif dari kasus Covid-19 di Kota Bogor, dalam tiga hari berturut-turut tercatat ada banyak kasus terkonfirmasi positif.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menambahkan, penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terbaru di Kota Bogor pada beberapa hari terakhir menurutnya disebabkan kegiatan Active Case Finding Swab Massive. Dengan kata lain jumlah kasus tinggi karena jumlah swab test yang dilaksanakan juga banyak.

"Ada beberapa strategi yang diterapkan Kota Bogor dalam penanggulangan Covid-19, yaitu deteksi aktif (detektif) Covid-19 dengan melibatkan tim lacak dan tim pantau di wilayah. Bahkan save massive dilaksanakan dengan melakukan pencarian atau surveillance aktif (Active Case Finding) bagi kelompok beresiko," ujarnya.



Menurutnya ada beberapa sasaran atau target, yaitu lokasi tempat kerumunan, stasiun, terminal, perkantoran, faskes dan pasar. "Sasarannya kita tetapkan, semua yang kontak erat dengan kasus konfirmasi positif, kasus suspect dan probable, 100 persen semua harus di swab test. Demikian juga untuk nakes dan non nakes yang bekerja di faskes yang termasuk kelompok resiko tinggi dalam penularan Covid-19, kemudian ASN, pedagang pasar, tokoh agama dan kelompok masyarakat lain," ujarnya.

Pemkot Bogor melalui Dinkes kata dia, mencari secara aktif pada populasi yang rentan tertular Covid-19. Ketika kasus ditemukan segera diisolasi, tracing secara massif, swab test dan karantina mandiri bagi yang kontak erat. Kemudian langkah selanjutnya dilakukan desinfeksi dan edukasi kepada masyarakat.

"Hingga hari ini positive rate Kota Bogor masih ada di angka 3,8 persen dari standar 5 persen. Dalam beberapa hari terakhir dilaksanakan swab test kurang lebih sebanyak 300 hingga 400 swab massif. Berdasarkan kategori penularan Covid-19 di Kota Bogor, import case menduduki posisi pertama (33 persen). "Selanjutnya penularan dalam rumah tangga atau keluarga (23 persen) dan terakhir faskes (14 persen)," pungkasnya.
(hab)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top