Dua Partai Ini Lebih Pilih Utamakan Corona Ketimbang Masalah Wagub DKI

loading...
Dua Partai Ini Lebih Pilih Utamakan Corona Ketimbang Masalah Wagub DKI
Dua Partai Ini Lebih Pilih Utamakan Corona Ketimbang Masalah Wagub DKI
JAKARTA - DKI Jakarta menjadi wilayah penyebaran Corona terbesar dibanding wilayah lain di Indonesia. Hingga Selasa (24/3/2020) tercatat ada 686 kasus COVID-19 dengan rincian 601 orang dirawat, 30 orang dinyatakan sembuh dan 55 orang terkonfirmasi meninggal dunia akibat virus corona.

Dalam kondisi ini ditengah pandemi global COVID-19, DPRD DKI Jakarta malah ingin menggelar rapat paripurna pemilihan Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno, pada hari Kamis, 26 Maret 2020.

(Baca juga: Layanan Tatap Muka Dukcapil Ditutup, Warga DKI Bisa Akses Aplikasi Alpukat Betawi)

Sekertaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani mengatakan, jika rapat paripurna pemilihan Wagub DKI Jakarta digelar, maka DPRD DKI Jakarta meremehkan imbauan Pemerintah Pusat terkait kebijakan Social Distancing atau jaga jarak dari keramaian.



Sebab kata dia, dalam rapat paripurna tersebut pasti akan ada kontak fisik antar sesama anggota dewan dan itu dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko penularan COVID-19.

"Kita sangat menyayangkan jika rapat paripurna pemilihan wagub ingin dilaksanakan di tengah masa tanggap darurat wabah corona," ujar Yani kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Dia menambahkan, jika rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI tetap dilaksanakan, hal ini akan menjadi contoh buruk bagi masyarakat. Karena hingga awal April mendatang, masyarakatdiminta mematuhi imbauan Presiden dan juga Gubernur DKI Jakarta untuk beraktifitas dan tetap berada di rumah dalam rangka mencegah penyebaran wabah virus corona.



"Tapi DPRD malah mau mengadakan paripurna yang mengumpulkan banyak orang dalam satu ruangan. Ini sangat beresiko," tegas Yani yang juga anggota panitia pemilihan Wagub DKI itu.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top