Metro

Ahok "marah", Apindo mau jadikan warga Jakarta budak

Selasa,  19 Maret 2013  −  13:59 WIB
Ahok marah, Apindo mau jadikan warga Jakarta budak
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sindonews.com - Pernyataan keras kembali dilontarkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terkait rumor hengkangnya 90 perusahaan besar di Jakarta yang bernaung di bawah organisasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Pernyataan keras itu ditujukan kepada para pengusaha, yang tidak mau menjalankan syarat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) bagi buruh.  Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, sebenarnya pihak Pemprov DKI sudah melakukan pertemuan beberapa kali dengan para pengusaha yang tergabung dalam Apindo itu.

Namun, para pengusaha tersebut tetap "ngotot" dibawah KHL, sehingga dia menyimpulkan Apindo ingin menjadikan pekerja di Jakarta sebagai budak para pengusaha tersebut.

"Kita sudah bicara berapa kali kok. Tidak mungkin ketemu kalo bicara sama mereka (Apindo). Kalo dia ngotot di bawah KHL, kamu mau jadikan orang Jakarta budak kamu apa,?" ujar Ahok, terlihat marah, di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (19/3/2013).

Ahok melanjutkan, persoalan yang dihadapi para pengusaha itu sekarang bukan pada batasan UMP yang mereka tanggung, melainkan batas KHL sebesar Rp1.978.000,00 yang harus di jalankan mereka.

"Batasan KHL itu kan yang harus dijalankan mereka, bukan ributin terus soal UMP. Kan, udah kita tetapkan besaran KHL nya," jelas Ahok.

Namun begitu, Ahok tidak sedikitpun berniat kembali memanggil Apindo agar mau mengurungkan niatnya hengkang dari Jakarta. Baginya, Pemprov DKI sudah berusaha menacarikan jalan keluar bagi pengusaha dan pekerja dengan menetapkan besaran KHL.


(stb)

views: 5.496x
Bagikan artikel ini :
shadow