alexa snippet

Kemacetan dan Banjir di Jakarta karena Rendahnya Serapan Anggaran

Kemacetan dan Banjir di Jakarta karena Rendahnya Serapan Anggaran
Pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Anies-Sandi. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menilai, rendahnya penyerapan anggaran membuat penanganan macet dan banjir belum optimal. Pemerintahan yang bersih harus berbarengan dengan penyerapan angaran yang maksimal.

Anies menjelaskan, selain memang dipengaruhi oleh faktor lain, seperti perencanaan tidak komprehensif dan kebijakan yang tidak tepat guna, rendahnya penyerapan anggaran menjadi salah satu kendala dalam mengatasi banjir dan kemacetan di ibu kota.

"Kami akan mengoptimalkan penyerapan anggaran, selain membuat berbagai program terkait secara komprehensif dan berkesinambungan. Salah satunya, dengan mengembangkan kinerja dan tata kelola pemerintahan," kata Anies di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Anies menjelaskan, penyerapan anggaran yang rendah mengakibatkan masyarakat tidak mendapatkan manfaat hasil pembangunan tepat waktu. Padahal, ketika negara menarik uang rakyat, pajak misalnya, selalu bersifat memaksa.

Mantan rektor Universitas Paramadina ini menyebutkan, beberapa faktor lambatnya penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI. Misalnya, keterlambatan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), lambatnya penerbitan juklak dan juknis pelaksanaan kegiatan, hingga kekhawatiran pejabat untuk mengeksekusi program yang telah dicanangkan.

"Akhirnya, kembali masyarakat yang dikorbankan," beber mantan ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Dalam kesempatan yang sama, Cawagub DKI Sandiaga Uno, menambahkan, selain mengembangkan kinerja dan tata kelola pemerintahan, pihaknya juga akan membangun sistem informasi terintegrasi sejak perencanaan, penganggaran, realisasi, hingga pelaporan yang merekam alur keuangan daerah secara real time.



(mhd)
dibaca 4.034x
loading gif
Top