alexametrics

Waspada, Kasus Positif Covid-19 di Matraman Kembali Melonjak

loading...
Waspada, Kasus Positif Covid-19 di Matraman Kembali Melonjak
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kasus virus Corona atau Covid-19 di Matraman, Jakarta Timur, dalam kurun waktu sepekan ini sejak 3-10 Juli 2020 kembali ditemukan. Hal demikian disampaikan oleh Camat Matraman, Jakarta Timur Andriansyah.

"Selama satu pekan kemarin ditemukan 44 orang terpapar Covid-19 di wilayah Kecamatan Matraman," kata Andriansyah saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2020). (Baca juga: Hari Ini, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Naik 279 Kasus)

Menurut dia, kembali munculnya kasus positif Covid-19 di wilayahnya disebebakan karena adanya klaster penularan aktif baru di tingkat keluarga dan komunitas. Kemudian, penyebab kedua yakni masih minimnya jumlah pasien sembuh.

"Ada 6 klaster penularan Covid-19 di Matraman. 1 klaster di RW 09 Kelurahan Utan Kayu Selatan, 3 klaster di RW 07 Kelurahan Palmeriam, dan 2 klaster di RW 09 Kelurahan Utan Kayu Utara dan satu klaster terbesar di RW 03 Kelurahan Kebon Manggis yang ditetapkan sebagai zona merah," tuturnya.

Lebih lanjut Andriansyah menuturkan, hingga saat ini wilayah Kebon Manggis harus menerapkan pengendalian ketat berskala lokal dengaj mengacu pada SK Wali Kota. (Baca juga: Pengenalan Lingkungan SMAN 2 Bekasi Lalui Protokol Kesehatan Ketat)

"Kembali munculnya Covid-19 di Matraman karena masyarakat tidal mematuhi protokol kesehatan, kemudian kendala lainnya adalah hasil lab yang lama ditambah keluarga pasien tidak jujur dan pasien yang postif enggak mau dirujuk," ucapnya.

Terhitung sejak 5 Mei hingga 10 Juli 2020 sebanyak 135 orang dinayatakan OTG, 80 orang ODP dan 127 orang sebagai PDP. Kemudian 223 orang erkonfirmasi positif Covid-19 dengan rincian 53 orang dalam perawatan, 125 orang sembuh, 16 orang meninggal dan 29 orang tengah menjalani isolasi mandiri.

(mhd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak