Perbandingan Jumlah Janda di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, Mana Lebih Banyak?

Kamis, 03 November 2022 - 18:51 WIB
loading...
Perbandingan Jumlah Janda di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, Mana Lebih Banyak?
Janda merupakan status wanita yang tidak lagi bersuami. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Janda merupakan status wanita yang tidak lagi bersuami. Di Jakarta , jumlah janda cukup banyak. Apalagi di kawasan Jakarta Timur yang rata-rata disebabkan tingginya angka perceraian di daerah tersebut.

Melansir dari bps.go.id, pada tahun 2021 jumlah janda di DKI Jakarta yang disebabkan oleh perceraian tidak kurang dari 9.578. Data tersebut didapatkan dari jumlah kasus perceraian yang terjadi di DKI Jakarta dalam kurun waktu Januari-Oktober 2021.

Baca juga : Tahun Lalu, Jumlah Janda di Jakarta Capai 9.578 Orang

Menurut data dari Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta tahun 2021, Jakarta Timur memiliki angka perceraian yang paling tinggi sehingga melahirkan banyak janda dibanding dengan wilayah lain di Ibu Kota.

Dikutip dari jakarta.bps.go.id, Jakarta Timur memiliki total jumlah perceraian sebanyak 4.765 kasus. Bila dibandingkan dengan wilayah Jakarta Selatan yang memiliki 2.438 kasus tentunya angka tersebut hampir dua kali lipatnya.

Dalam peringkat, janda di Jakarta Selatan berada di posisi keempat dari lima wilayah di DKI. Angka perceraian ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni karena, zina, mabuk, madat, judi, meninggalkan salah satu pihak, penjara, poligami, KDRT, cacat badan, perselisihan, kawin paksa, murtad hingga masalah ekonomi.

Meninggalkan salah satu pihak, Perselisihan dan masalah ekonomi menjadi dua faktor yang paling banyak menyebabkan perceraian di wilayah Jakarta Timur dan Selatan.

Di Jakarta Selatan jumlah perceraian yang diakibatkan oleh perselisihan sebanyak 1.527 jumlah kasus, sementara di Jakarta Timur lebih besar dengan 3‚ÄČ723 kasus.

Baca juga : Jakarta Timur Paling Banyak Janda, Jumlahnya 3.133 Orang

Untuk perceraian karena masalah ekonomi di Jakarta Selatan sebanyak 692 lebih tinggi ketimbang di Jakarta Timur yang sebanyak 363 kasus.

Sementara bila ditinjau dari kasus meninggalkan salah satu pihak, maka Jakarta Timur kembali unggul dengan jumlah 598, sedangkan di wilayah selatan hanya terdapat 134 kasus.

Bila ditinjau dari kasus lain seperti zina, mabuk, madat dan judi, maka kasus di Jakarta Selatan lebih banyak dengan jumlah total 25, dibanding di timur yang hanya terdapat 15 kasus totalnya.

Kasus perceraian karena murtad di Jakarta Selatan berjumlah 5, sedangkan di Jakarta Timur sebanyak 22, yang menjadikannya paling tinggi di wilayah Ibukota.
(bim)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1876 seconds (11.97#12.26)