alexametrics

Bangunan di Bawah SUTET Ciputat Terbakar, 10 Mobil Damkar Dikerahkan

loading...
Bangunan di Bawah SUTET Ciputat Terbakar, 10 Mobil Damkar Dikerahkan
Amukan si jago merah melahap habis sejumlah bangunan di bawah tower SUTET, Kampung Sukabakti 3, Serua Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (5/7/2020). Foto: Okezone/Hambali
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Amukan si jago merah melahap habis sejumlah bangunan di bawah tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), Kampung Sukabakti 3, Serua Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (5/7/2020).

Belum diketahui penyebab munculnya api yang membakar seluruh bangunan di area itu. Tak ada korban jiwa pada peristiwa yang terjadi pada pukul 11.00 WIB. Api berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian.

"Kita kerahkan 10 unit mobil pemadam ke lokasi," kata Komandan Peleton Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Tangsel Nuruddin. (Baca juga: Heboh Orang Gila Bakar Lumbung Padi di Kabupaten Enrekang)

Bangunan yang terbakar terdiri atas 3 kontrakan dan 1 lapak rongsokan yang dibangun 2 lantai. Penghuninya berhasil menyelamatkan diri tak lama saat kobaran api mulai membesar. Jalan masuk yang sempit sempat membuat petugas kesulitan mengirimkan mobil Damkar ke lokasi.



Hingga kini petugas masih melakukan pendinginan di lokasi. Mobil Damkar tetap bersiaga di lokasi khawatir uap panas kembali menimbulkan kobaran api. Apalagi kawasan itu berada dekat dengan tower SUTET PLN.

Para penghuni kontrakan dan lapak rongsokan terlihat masih trauma melihat tempat tinggal mereka ludes terbakar. Hanya sebagian kecil barang yang bisa diselamatkan. Selebihnya lenyap menjadi abu. "Sementara penyebabnya masih kita selidiki. Kerugian materil estimasinya mencapai Rp300 jutaan," ujar Nuruddin. (Baca juga: Langgar PSBB dan Tak Kantongi SIKM, Pemkot Jaksel Tindak 3.265 Pengendara)
(jon)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak