Ratusan Warga Miskin di Kelurahan Tomang Belum Dapat BLT BBM Subsidi Rp600.000

Jum'at, 16 September 2022 - 14:23 WIB
loading...
Ratusan Warga Miskin di Kelurahan Tomang Belum Dapat BLT BBM Subsidi Rp600.000
Sejumlah warga di Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, tengah antre menerima BLT BBM. Foto: MPI/Dimas Choirul
A A A
JAKARTA - Ratusan warga miskin di Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat , belum terdata mendapatkan Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) pengalihan subsidi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp600.000. BLT BBM ini merupakan kompensasi dari pemerintah terkait dengan kenaikan BBM tersebut.

Salah satunya yakni Susana, wanita yang tinggal di RT 006 RW 013 ini mengaku belum mendapatkan bantuan subsidi BBM. Padahal, dirinya sangat berharap, di tengah kondisi yang sulit ini, pemerintah mau memberikan bantuan.

"Saya kurang ngerti (BBM naik lagi). Tambah susahlah saya mah," ujarnya di Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Ibu yang bekerja sebagai pemulung ini pernah menanyakan perihal bantuan BBM subsidi ke pihak RW setempat. Namun, pihak RW setempat mengatakan, dirinya belum terdaftar sebagai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Ada warga yang ekonominya lebih lumayan (darinya). Dia dapet. Makanya saya bingung, yang situ dapat, saya kagak. suka sedih pak," ungkapnya.

Ketua RW 013 Nanang Kurniawan mengatakan, belum semua warganya terdaftar sebagai penerima BLT Subsidi BBM. Dia mengatakan, baru sekitar 400 warganya yang telah terdaftar. Itu pun yang sebelumnya terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Yang sudah dapat undangan dari Kemensos dan pos giro, ada 125 yang mendapatkan BLT seharga Rp600.000. Sisanya yang belum masih banyak. Kalau didata sekitar 400-an," katanya.

Nanang mengaku pihaknya akan memberikan informasi ke kelurahan setempat terkait data warga miskin yang belum terdaftar atau belum menerima.

"Kalau di kita (125 terdaftar) sudah cair seminggu lalu kok. Tapi kapan waktu dari pemerintahnya untuk cairnya sih enggak jelas," tuturnya.

Nanang berharap, dengan adanya kebijakan kenaikan BBM ini, pemerintah tak memberikan banyak syarat untuk membantu seluruh warga miskin. Seperti halnya saat memberikan bantuan Covid-19 beberapa waktu lalu.

"Kalau Covid kemarin enggak ada kriteria (prasyarat), semua dapat. Kepingin kita sih BLT ini kita dapat semua," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mendata sebanyak 69.857 warga mendapatkan BLT pengalihan subsidi kenaikan harga BBM sebesar Rp600.000.



"Itu (yang mendapat bantuan) penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dan penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Jadi sasaran penerimaannya itu," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Suprapto kepada wartawan, Selasa 13 September 2022.

Suprapto menjelaskan, pencairan dilakukan dalam rentang waktu empat bulan yakni pada September hingga Desember 2022. Para penerima manfaat akan mendapatkan dana bantuan Rp300.000 sebanyak dua kali, sehingga total yang diterima adalah sejumlah Rp600.000.

"Tahap satu dibagikan di bulan September untuk dua bulan (September dan Oktober) sebesar Rp300 ribu. Tahap dua bulan (November dan Desember)," jelasnya.

Adapun BLT subsidi BBM sebesar Rp600.000 tersebut akan disalurkan Kemensos dan bisa diterima lewat Kantor Pos Indonesia oleh setiap penerima manfaat.

Suprapto memastikan, pihaknya akan memonitoring agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Salah satunya dengan mendatangi pintu ke pintu setiap warga penerima manfaat.

"Door to door (datangi pintu ke pintu), melalui RT RW ataupun langsung ke kantor pos, kita ya monitoring saja melaporkan ke Dinas hari ini sudah berapa disaluran begitu," pungkasnya.
(mhd)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1988 seconds (0.1#10.140)