Cerita Singa Betina Betawi yang Melegenda, Mulai Mpok Ris hingga Nyimas Melati

Selasa, 02 Agustus 2022 - 06:15 WIB
loading...
Cerita Singa Betina Betawi yang Melegenda, Mulai Mpok Ris hingga Nyimas Melati
Nyimas Melati, Singa Betina Betawi dari Tangerang. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Jawara Betawi tidak hanya Pitung. Ada beberapa jawara wanita yang ikut angkat senjata memperebutkan kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah. Mereka biasa disebut Singa Betina Betawi.

Singa Betina Betawi yang melegenda di antaranya Mirah dari Kampung Marunda, Mpok Ris dari Cipondoh, dan Nyimas Melati dari Tangerang.
Baca juga: Sejarah Terbentuknya Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan

Sejak dahulu Kampung Marunda menyimpan sejarah patriotisme masyarakat dalam mengusir penjajah dari Batavia. Pada tahun 1628-1629, Kampung Marunda sempat menjadi posko pasukan Mataram Islam ketika memukul mundur kompeni dari Batavia. Bahkan, di sini terdapat Masjid Al-Alam yang menurut cerita dibangun oleh pasukan Falatehan ketika mengusir Portugis dari Sunda Kalapa.

Pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, rakyat Marunda banyak yang menjadi korban dalam mempertahankan kemerdekaan melawan pasukan NICA bersama tentara sekutu Inggris.

Dalam buku Beksi Maen Pukulan Khas Betawi, dua seniman Yahya Andi Saputra dan H Irwan Syafi’ie menuturkan hanya sedikit mengangkat tokoh wanita, salah satunya Mirah dari Marunda dan teman-teman wanita lainnya yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Karena keberaniannya membuat Mirah dijuluki Singa Betina dari Marunda.

Selain Mirah, ada juga Singa Betina Betawi yang jago “maen pukulan”. Dia adalah Nyi Mas Melati dari Tangerang. Di kota sebelah barat Jakarta ini, juga pada revolusi fisik tahun 1945 dia tidak gentar berada di garis depan melawan pasukan NICA.

Kemudian, ada pendekar wanita bernama Mpok Ris dari Cipondoh. Kisah Mpok Ris ini menjadi cikal bakal daerah Poris Pelawad di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Saat itu, kompeni menduduki wilayah Cipondoh dan Batu Ceper sebagai basis pergudangan. Untuk mengisi pergudangan, kompeni dan antek-anteknya kerap menjarah hasil pertanian masyarakat. Padahal, masyarakat Cipondoh yang notabene suku Betawi sangat mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian.

Untuk membela kesewenangan, muncul Mpok Ris yang dikenang sebagai pendekar yang menguasai cukup banyak jurus silat. Bahkan, dia pernah berguru kepada jawara-jawara Betawi hingga jagoan kungfu dari Tionghoa.
Baca juga: Kisah Legenda Betawi Benyamin Sueb Dimarahi Presiden Soekarno

Meski jago bela diri, Mpok Ris digambarkan sebagai gadis jelita yang digandrungi para pria di zamannya.

Salah satu keunikan Mpok Ris dalam melawan penjajah adalah dia selalu menggunakan batang pohon Plawad yaitu sejenis pohon tebu. “Mpok Ris bisa bikin keok barisan prajurit kompeni hanya sekali tebas batang Plawad,” begitulah menurut cerita para sesepuh dalam menggambarkan kesaktian Mpok Ris.

Namun, sejak Mpok Ris menikah, kesaktiannya kian hari kian berkurang. Konon keperawanannya adalah sumber dari kesaktiannya. Bahkan, suatu kali Mpok Ris kalah saat bertarung dengan pendekar bayaran kompeni.
(jon)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1385 seconds (10.101#12.26)