PDAM Bekasi Targetkan Seluruh Wilayah Terlayani Air Bersih

Selasa, 31 Mei 2022 - 10:26 WIB
loading...
PDAM Bekasi Targetkan Seluruh Wilayah Terlayani Air Bersih
PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi menargetkan seluruh wilayah cakupan perseroan dapat terlayani air bersih dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
BEKASI - PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi menargetkan seluruh wilayah cakupan perseroan dapat terlayani air bersih dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Target tersebut untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan .

"Target kami di tahun ini hingga 2023 nanti seluruh wilayah kecamatan sudah terlayani air bersih sebagai dukungan untuk mencapai SDGs (Sustainable Development Goals) air bersih," kata Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim, Selasa (31/5/2022). Baca juga: DPRD Kaji Transformasi PDAM Bekasi Menjadi Perumda

Dia menjelaskan, dari total 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, saat ini cakupan pelayanan air bersih sudah menjangkau sebanyak 20 kecamatan. "Tiga kecamatan lain menjadi target instalasi pipa air bersih sesuai perencanaan bisnis kami," katanya.

Sementara untuk cakupan pelanggan wilayah Kota Bekasi, kata dia, tujuh dari 12 kecamatan kini juga sudah terlayani sambungan air bersih PDAM. Meski saat ini pihaknya hanya dapat melakukan peningkatan kualitas pelayanan di daerah itu.

"Kalau untuk wilayah Kota Bekasi penambahan pelanggan menjadi kewenangan Perumda Tirta Patriot milik Pemerintah Kota Bekasi," ucapnya.

Usep mengatakan, untuk menjangkau seluruh wilayah hingga pedesaan dan kelurahan dibutuhkan investasi yang relatif besar. Berdasarkan rencana bisnis perusahaan 2018-2023, perseroan membutuhkan setidaknya empat hingga lima triliun rupiah untuk merealisasikan target tersebut.

"Investasi besar itu digunakan untuk membangun instalasi pengolahan air berikut jaringan perpipaan," katanya.

Dia mengaku salah satu investasi perseroan bersumber dari penyertaan modal pemerintah daerah meski sejauh ini baru terealisasi sebesar Rp236 miliar yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Bekasi serta Rp68 miliar dari Pemerintah Kota Bekasi.



"Namun dalam empat tahun terakhirsejak tahun 2018hingga saat ini, tidak ada realisasi penyertaan modal dari kedua pemerintah daerah, sementara permintaan layanan air bersih terus meningkat," ucapnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3330 seconds (10.177#12.26)