Asal Usul Pasar Mayestik, Pusat Tekstil Terkemuka yang Sebagian Dikuasai Warga India

Jum'at, 15 April 2022 - 08:04 WIB
loading...
Asal Usul Pasar Mayestik, Pusat Tekstil Terkemuka yang Sebagian Dikuasai Warga India
Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: infopangan.jakarta.go.id
A A A
JAKARTA - Pasar Mayestik di Jalan Tebah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terkenal sebagai pusat tekstil . Banyak jejeran toko bahan tekstil yang sebagian dimiliki warga keturunan India .

Pasar Mayestik sudah ada sejak 1950-an, namun peresmiannya baru dilakukan pada 1981. Di dekat pasar ini juga terdapat Rumah Sakit Pusat Pertamina dan Taman Puring yang terkenal akan sentra barang bekas.
Baca juga: Ini Dia Asal Usul Nama Pulo Gebang Jakarta Timur

Menurut Zaenuddin HM, penulis buku 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe terbitan tahun 2012, anak-anak muda saat itu kerap menghabiskan waktu di mal seperti Pasaraya, kawasan Melawai, Blok M Mal, hingga kawasan Pasar Mayestik.

Kebayoran Baru sendiri yang merupakan tempat Pasar Mayestik berada dibangun pada tahun 1940-an sebagai kawasan satelit Batavia (Jakarta) pada era kolonial Belanda. Di Kebayoran Baru ketika itu terdapat terdapat bioskop dengan nama Majestic. Konon dari situlah nama Pasar Mayestik berasal.

Kini di Pasar Mayestik tersedia juga banyak kebutuhan pangan rumahan seperti sayuran, buah-buahan, daging, ayam, ikan, bahan-bahan kue, hingga obat dan kosmetik, pakaian, serta kios penjahit. Pasar Mayestik juga menjadi surga wisata kuliner untuk banyak jajanan tradisional, salah satunya cendol Elizabeth.

Pasar Mayestik telah mengalami peremajaan pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada 16 Juni 2012. Dikutip dari jakarta.go.id, renovasi Pasar Mayestik ini bekerja sama dengan PT Metroland Permai.
Baca juga: Asal Usul Cijantung, Daerah Angker Markasnya Pasukan Elite Kopassus



Program pembangunan/peremajaan dan peresmian pasar-pasar tradisional telah menjadi arti penting dan strategis bagi DKI Jakarta, dalam hal ini PD Pasar Jaya karena pasar-pasar tradisional selama ini dikenal tempat kumuh, kotor, tidak tertib, dan kurang nyaman.

Sebelum direnovasi, Pasar Mayestik memiliki luas 8.675 meter persegi terdiri dari 7 lantai dengan dua lantai basemen. Pasar ini dapat menampung 2.279 tempat usaha, yang terdiri dari 1.618 kios, 267 los, dan 394 konter.

Dengan menghabiskan biaya mencapai Rp357,7 miliar, Pasar Mayestik kini telah mengalami penambahan lantai hingga 10 lantai. Tentunya dengan dilengkapi fasilitas parkir, toilet dan tempat ibadah, eskalator, lift, sound system, CCTV, hingga 106 sistem alarm.
(jon)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2321 seconds (11.252#12.26)