Sahroni: Kami Akan Minta Arahan, Bukan Melibatkan Presiden di Balapan Formula E

Senin, 29 November 2021 - 19:10 WIB
loading...
Sahroni: Kami Akan Minta Arahan, Bukan Melibatkan Presiden di Balapan Formula E
Ketua Pelaksana Jakarta E-Prix 2022, Ahmad Sahroni.Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Panitia Panitia Pelaksana Jakarta E-Prix 2022 menyatakan tidak akan melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam event balapan Formula E . Panitia hanya akan melaporkan terkait pelaksanaan balapan bergengsi tersebut kepada Presiden.

Ketua Panitia Pelaksana Jakarta E-Prix 2022, Ahmad Sahroni mengatakan, panitia berencana menghadap Presiden Jokowi setelah lokasi sirkuit Formula E ditentukan. "Penentuan lokasi sirkuit Formula E akan dilakukan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai perpanjangan tangan dari Federation Internationale de l'Automobile/FIA (Federasi Olahraga Mobil Dunia)," kata Sahroni kepada wartawan Senin (29/11/2021).

“Masalah track semoga sebelum Natal kita akan umumkan, tapi tunggu survei dari FIA. Kalau FIA bilang go head kami panitia akan mengumumkan langsung," sambungnya.

Setelah sirkuit ditentukan, lanjut Sahroni, panitia akan menghadap Presiden Jokowi meminta lanjutan arahan. Baca: Disebut Akan Temui Jokowi Bahas Formula E, Ini Penjelasan Anies Baswedan

"Kita minta arahan Pak Presiden karena ini branding negara. Kami harus melaporkan ini kepada Presiden bukan melibatkan Presiden terkait dengan penyelenggaraan. Penyelenggaraan semua totally kita yang akan mempertanggung jawabkan. Karena ini event internasional maka ini harus dilaporkan dan melaporkan kepada Presiden,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ajang Formula E adalah kampanye yang digelar untuk untuk menunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia dengan ibukotanya DKI Jakarta telah siap sejajar dengan kota-kota besar di negara lain.

“Amanah ini dengan satu syarat untuk kepentingan bangsa Indonesia. Karena ini branding negara yang kita musti sama-sama suksesi dalam kegiatan formula E di Jakarta,” jelasnya.

Sahroni menuturkan, event internasional ini akan ditonton lebih dari 170 negara, dan mudah-mudahan ini punya efek ekonomi yang diprogramkan oleh pemerintah yaitu pemulihan ekonomi.
(hab)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1719 seconds (11.210#12.26)