alexametrics

Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading

loading...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ratusan buruh angkut yang bekerja di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog), menggelar demonstrasi di Gudang Bulog Divisi Regional Jakarta-Banten, Jalan Pelepah, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ratusan buruh tersebut mempertanyakan alasan tidak digunakannya kembali untuk menjadi buruh bongkar muat di gudang itu.

"Kami dari sebelum puasa Ramadhan sudah bekerja di sini. Tapi beberapa hari lalu kami dihentikan bekerja dan memerintah buruh lain untuk bekerja," kata Agus, Koordinator Buruh kepada wartawan, Sabtu (6/6/2020).

Agus menjelaskan sejak hari Senin 1 Juni 2020 dirinya dan ratusan pekerja lainnya tetap datang ke Gudang Bulog Kelapa Gading dan berharap jasa mereka kembali digunakan. "Namun kami justru diminta pulang oleh pihak Bulog Kelapa Gading," ujarnya.



Dia mengatakan, jika pemberhentian ratusan buruh angkut ini dikarenakan adanya perbedaan jumlah pembayaran yang diterima oleh buruh yang diberhentikan dengan buruh yang baru di koordinir Ali.

"Kami mendapatkan info jika buruh yang baru bekerja empat hari lalu yang di koordinir Ali, hanya mendapatkan upah sebesar Rp16 sampai Rp17 ribu per ton. Sedangkan kami saat itu dibayar senilai Rp19 ribu per ton, berarti upahnya dipotong buruh yang baru yang dikoordinir Ali, buruh di seluruh Gudang Bulog Kelapa Gading Jakarta Utara," tuturnya.

Dia menduga, uang selisih itu dibagi-bagikan kepada pihak gudang. "Ada selisih senilai Rp2 ribu perton, total bongkar muat di Gudang Bulog Kelapa Gading kemungkinan bisa mencapai 2.000 ton tiap harinya, infonya selisih Rp2 ribu per ton. Uangnya diserahkan ke Ali, lalu kembali lagi uangnya kepada Kepala Gudang Bulog Kelapa Gading, mungkin buat dibagi-bagi lagi ke atasan pihak Bulog Kelapa Gading sebagai succes fee, komisi kayak gitu, sampai tega makan keringat orang," katanya.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak