alexametrics

Bima Arya Apresiasi Kekompakan Para Kepala Daerah Tangani Covid-19

loading...
Bima Arya Apresiasi Kekompakan Para Kepala Daerah Tangani Covid-19
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengapresiasi kekompakan para kepala daerah dalam menangani pandemi Covid-19 di Jawa Barat (Jabar), khususnya di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek). Sehingga upaya sistematis yang dikoordinasikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selama tiga bulan ini hasilnya relatif bisa dirasakan masyarakat.

"Saya pertamakali dikabari status positif Covid-19 oleh pak Gubernur, berkordinasi dengan pak Gubernur dari awal, langkah-langkah apa yang harus saya lakukan ketika menyandang status positif. Bahkan, ketika di rumah sakit saya tetap berkordinasi dan pak Gubernur sempat datang untuk menjenguk," ujarnya di Bogor, Jumat (5/6/2020).

Tak hanya itu, setelah dinyatakan sembuh dan aktif kembali, Bima Arya menyaksikan langsung bagaimana Ridwan Kamil secara aktif dan rutin mengkordinasikan para kepala daerah di Jabar berkonferensi membahas situasi terkini kasus Covid-19 melalui online. (Baca juga: Tiongkok Kirimkan Bantuan Alkes Tahap Kedua Senilai Rp6,09 M)



"Seminggu sekali atau dua minggu sekali disampaikan data-data scientific, diberikan sejumlah arahan tentang status masing-masing daerah dan kami juga diminta secara rutin menyampaikan hasil analisis data terkini terkait dengan Covid-19. Jadi saya melihat pak Gubernur betul-betul intens berkordinasi mengumpulkan data maupun memberikan arahan," katanya.

Terkait penanganan kasus Covid-19 di Kota Bogor, Bima Arya mengaku sejak awal pandemi, telah berbagi tugas dengan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang secara teknis fokus memimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan memprioritaskan penanganan darurat. (Baca juga: Sebulan Buron Setelah Bunuh Teman, Pemuda Bertato Dibekuk Polisi)

"Mulai dari konsolidasi dengan insan kesehatan hingga menghimpun berbagai macam bantuan dari warga. Bahkan saya melihat kekuatan utama (suksesnya penanganan Covid-19) di Jawa Barat ini adalah bagaimana semua kebijakan didasarkan pada hasil kajian ilmiah yang scientific, kemudian juga aktif mengkordinasikan semua," paparnya.

Tak hanya itu, yang membuat Bima Arya menghargai Ridwan Kamil karena sikapnya yang realistis dalam penanganan Covid-19 dengan menempatkan perspektif yang lebih luas, dalam hal ini meminta para kepala daerah sekitar Jakarta untuk berkordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Jadi setiap langkah dari Kota Bogor, selain dikordinasikan oleh Gubernur Jabar yang kemudian pak Gubernur Jabar juga berkordinasi dengan Gubernur Jakarta. Sebab secara administratif, walau Bogor langsung dengan Jawa Barat, tapi secara integratif dan empiris Bogor itu (berkaitan) langsung juga dengan DKI Jakarta," katanya.

Sementara itu, terkait upaya kedepan dalam menghadapi new normal harus melalui penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional fase transisi tahap 2, pihaknya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Pemprov Jabar, dalam hal ini terkait status level kewaspadaan Kota Bogor.

"Apakah masih di level 3 atau zona kuning atau sudah bisa naik ke level 2 atau zona biru. Kalau naik perbaikan status, artinya ada ruang menerapkan kebijakan yang lebih longgar lagi. Seperti pembukaan mal mungkin bisa dilakukan secara bertahap, termasuk juga aktifitas ditempat lain seperti hotel. Tapi sekarang kami mempersiapkan semua protokol kesehatan dengan komunikasi bersama seluruh unsur warga," jelasnya.

Jadi kalau saatnya tiba dibolehkan untuk membuka, karena protokol kesehatannya sudah cukup kuat, bahkan Forkopimda juga sebelumnya sudah menyepakati maka pihaknya akan lebih fokus pada pencegahan di lingkungan tingkat paling bawah. "Kita akan fokus penguatan di wilayah RT/RW siaga. Juga untuk melakukan pengawasan dan edukasi ditempat publik, karena kita lihat ini harus terus dikuatkan menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan," tutupnya.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak