Kronologis Ibu dan Anak Tewas Berpelukan Tertimpa Reruntuhan di Kalideres

Minggu, 24 Oktober 2021 - 21:34 WIB
Kronologis Ibu dan Anak Tewas Berpelukan Tertimpa Reruntuhan di Kalideres
Ibu dan anak tewas tertimpa reruntuhan bangunan rumah di Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (23/10/2021). Foto: MPI/Riezky Maulana
A A A
JAKARTA - Seorang ibu bernama Ita dan anaknya tewas tertimpa reruntuhan bangunan rumah di Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (23/10/2021). Saat ditemukan keduanya dalam posisi berpelukan .

Humas Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Mulat Wijayanto menjelaskan kronologis kejadian memilukan tersebut. Insiden bermula ketika salah satu warga mendengar suara bangunan runtuh. Kemudian, tetangga menghubungi si ibu yang dirasa sebelumnya masih berada di dalam rumah bersama anaknya sebelum insiden berlangsung.
Baca juga: Ini Identitas 2 Orang Meninggal Akibat Reruntuhan Bangunan Roboh

"Sampai di TKP regu Sektor Cengkareng dan Kalideres berusaha mengevakuasi dengan memindahkan barang-barang yang menghalangi jalan masuk menuju reruntuhan," ujar Mulat melalui keterangan tertulis, Minggu (24/10/2021).

Petugas langsung mencari keduanya. Tak lama berselang, terlihat sebuah kaki yang kemudian petugas berupaya menggalinya. "Saat ditemukan si anak masih ada denyut dan napas," ucapnya.

Karena saat itu belum ada ambulans, petugas dibantu warga bergegas membawa korban bayi menggunakan sepeda motor ke RSUD Kalideres. Sebelum sampai di rumah sakit, korban menghembuskan napas terakhirnya.

Mulat menuturkan petugas lalu meminta tolong ambulans lain menuju TKP, namun ditolak pihak rumah sakit.
Baca juga: Bangunan Roboh di Kalideres, Dua Orang Meninggal Tertimpa Reruntuhan



Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko mengaku sejak awal proses evakuasi ibu dan anak dari reruntuhan bangunan, pihaknya langsung bergerak cepat. "Pelayanan kita untuk kemanusiaan, tidak ada itu (telat) tidak ada. Sejak evakuasi oleh Gulkarmat tim kita sebelum dibawa pun sudah kontak RSUD," ujarnya.

Pemkot Jakbar akan memberikan bantuan kepada anak korban yang masih hidup. Setelah hasil penyelidikan, pihaknya bakal merobohkan sisa bangunan rumah tersebut. "Kami menunggu setelah hasil olah TKP dan sekarang masih terpasang police line. Setelah hasilnya tuntas nanti kita koordinasi lagi dengan unsur kepolisian untuk langkah lanjutan dalam rangka pengamanan lingkungan," kata Yani.
(jon)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1826 seconds (10.177#12.26)