Tidak Diberi Akses Masuk, Penghuni Apartemen Mewah di Pademangan Unjuk Rasa

Minggu, 17 Oktober 2021 - 18:08 WIB
Tidak Diberi Akses Masuk, Penghuni Apartemen Mewah di Pademangan Unjuk Rasa
Sejumlah pemilik unit apartemen mewah di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, menggelar aksi unjuk rasa lantaran tidak diberikan akses masuk oleh pengelola. Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A A A
JAKARTA - Sejumlah pemilik unit apartemen mewah di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, menggelar aksi unjuk rasa , Minggu (17/10/2021). Aksi itu dilakukan lantaran mereka tidak diberikan akses masuk oleh pengelola.

Aksi itu sempat ricuh lantaran mendapat reaksi keras dari pihak pengelola. Mereka yang tidak diperkenankan masuk akhirnya mendirikan tenda dan membentangkan spanduk bentuk protes kepada pihak pengelola di lobi apartemen.

Baca juga: Artis yang Rumahnya di Pondok Indah, Ahmad Dhani hingga Atta Halilintar

Indah, salah satu pemilik unit apartemen mengatakan, pemblokiran akses masuk kepada sejumlah pemilik unit apartemen sudah berlangsung sejak Jumat (15/10/2021). "Yang diblokir itu akses lift. Terus ke unit kita masing-masing itu enggak bisa. Ada tiga tower yang diblokir, lebih dari 30 lantai," tuturnya.

Pengelola melakukan pemblokiran dengan alasan para pemilik unit apartemen tidak membayar iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) selama 6 bulan. "Bukan kami tidak mau membayar, tapi kami menunda untuk bayar. Karena selama 6 ini kita membayar IPL tidak pernah ada laporan dari mereka (pengelola apartemen). Laporan pertanggungjawaban dan laporan keuangan tidak pernah dilakukan mereka," ujarnya.

Baca juga: Jalan Paling Macet di Jakarta, Ini Daftarnya

Indah menyebutkan, besaran iuran yang harus dibayarkan rata-rata Rp1 juta per bulan. Namun pemilik unit apartemen tidak merasakan manfaat dari iuran tersebut. Pengelola juga tiba-tiba menaikkan biaya IPL tanpa ada musyawarah dengan penghuni.



"Tolong dicatat, ini adalah apartemen mahal, bukan apartemen murah. Kami bayar IPL satu unit rata-rata Rp1 juta per bulan. Tapi pertanggungjawaban itu tidak ada. Ditambah securiti di sini hanya 29 orang, termasuk komandannya. Itu pun dibagi 3 shift," ucapnya.

Aspek kebersihan dan keamanan disorot penghuni dilandasi karena selama pandemi Covid-19 pengelola mengurangi jumlah karyawan yang bekerja di apartemen.
"Bayangkan 2.300 unit hanya ada security 29 orang, itu termasuk komandannya. Kebersihan dan keamanan di sini sangat buruk, fasilitas juga sama. Di lantai 8 itu bertahun-tahun tidak pernah ada perubahan," ucapnya.

Indah menuturkan, pemblokiran akses masuk yang dilakukan pihak pengelola apartemen membuat para penghuni telantar. Imbas dari pemblokiran itu para pemilik unit apartemen kini tidur di lobi salah satu tower apartemen.

Lily, penghuni lainnya mengaku dengan adanya pemblokiran akses masuk ini mereka tidak bisa mengambil barang-barang. "Kami sebenernya tidak keberatan bayar IPL kalau sudah jadi kewajiban kami. Tapi permasalahannya hak kami tidak diberikan," pungkas Lily.
(thm)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2440 seconds (11.97#12.26)