Jalan Paling Macet di Jakarta, Ini Daftarnya

Minggu, 17 Oktober 2021 - 15:14 WIB
Jalan Paling Macet di Jakarta, Ini Daftarnya
Kemacetan kepung jalanan Jakarta. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jalan paling macet di Jakarta tersebar di lima wilayah. Jakarta memang terkenal akan kemacetannya pada jam pergi maupun pulang kantor.

Menurut hasil riset Lembaga Survei INRIX, Jakarta menempati posisi kedua sebagai kota termacet di Indonesia dengan total kemacetan 63 jam per tahun. Hal ini tentunya sebanding dengan jumlah penduduk 11.100.929 dan luas 664.010 km persegi.
Baca juga: Viral, di Tengah Kemacetan Geng Motor Bersenjata Tajam Tawuran di Tanjung Priok

Berikut daftar jalan paling macet di Jakarta yang dihimpun dari beberapa sumber oleh Litbang MPI, Minggu (17/10/2021).

1. Jakarta Timur
Terdapat 19 titik yang paling sering mengalami kemacetan parah terutama pada jam-jam sibuk di Jakarta Timur. Adapun beberapa titik kemacetan tersebut tersebar di beberapa daerah. Di Jatinegara terdapat Jalan Basuki Rahmat, Jalan Bekasi Barat Raya, Jalan Bekasi Timur Raya, Jalan Jatinegara Barat, Jalan Jatinegara Barat I, dan Jalan Jatinegara Timur.



Sementara, di Duren Sawit terdapat Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Pahlawan Revolusi, Jalan Pondok Kopi, dan Jalan Soekanto. Di kawasan Pulogadung yakni Jalan Kayu Putih Raya, Jalan Pemuda, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Velodrome. Berikutnya di daerah lainnya titik kemacetan berada di Jalan Pramuka Matraman, Jalan Raya Bekasi Cakung, dan Jalan DR Soemarno Cakung.

2. Jakarta Utara
Kemacetan di Jakarta Utara sering terjadi di Jalan Yos Sudarso sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Pengguna jalan maupun masyarakat setempat sudah biasa melihat pemandangan yang sering terjadi ini. Salah satu penyebab kemacetan adalah mahalnya tarif tol yang menyebabkan sopir truk kontainer tidak menggunakan fasilitas jalan tol.

Selain itu, terdapat 4 titik yang sering terjadi penumpukan kendaraan yaitu depan Polres Metro Jakarta Utara atau depan Kantor Wali Kota Jakarta Utara, putaran balik Plumpang dan putaran balik Artha Gading, putaran balik Bogasari atau Airin, Simpang Lima Semper, dan Tugu.
Baca juga: Jalan Raya Kartini/Jembatan Mampang Depok Tergenang, Pengendara: Macet Parah

3. Jakarta Barat
Sebanyak 60 titik jalan di Jakarta Barat sering terjadi kemacetan. Titik ini tersebar di Kecamatan Cengkareng, Grogol Petamburan, Tambora, Taman Sari, Kebon Jeruk, Palmerah, Kembangan, dan Kalideres. Namun, titik kemacetan parah sering terjadi di lampu merah Cengkareng Jalan Daan Mogot, Jalan Panjang, dan Grogol. Kemacetan di titik-titik ini masih sering terjadi meskipun di masa PPKM. Kemacetan ini terjadi pada pagi dan sore hari saat pulang dan berangkat kerja.
Jalan Paling Macet di Jakarta, Ini Daftarnya

Kemacetan di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Foto: Dok SINDOnews

4. Jakarta Pusat
Kemacetan di Jakarta Pusat disebabkan beberapa faktor seperti ojek daring yang ngetem, penyempitan jalan, angkutan umum ngetem, pengerjaan jalan, dan motor lawan arah. Titik kemacetan Jakarta Pusat tersebar di 8 kecamatan. Adapun lokasi yang paling parah adalah berada di wilayah Menteng. Terdapat 11 titik jalan rawan kemacetan yaitu Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, Sudirman, Cokroaminoto, Kebon Sirih, Menteng Raya, Matraman Dalam, Tugu Tani, MH Thamrin, Proklamasi, serta Teuku Umar.

5. Jakarta Selatan
Jakarta Selatan memiliki 200 titik kemacetan, salah satu yang paling parah di Jalan Pasar Minggu. Penyebab kemacetan di jalan ini adalah banyaknya putaran balik. Beberapa titik kemacetan lainnya yaitu Simpang Lebak Bulus I/II Jalan RS Fatmawati dan Pasar Pondok Labu. Untuk mengatasi titik-titik kemacetan ini, Pemkot Jakarta Selatan berencana melebarkan jalan menjadi 6 meter dan panjang 200 meter yang dimulai dari halte PMD.
(jon)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1214 seconds (10.55#12.26)