BPBD DKI Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Jaktim dan Jaksel

Sabtu, 25 September 2021 - 04:53 WIB
loading...
BPBD DKI Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Jaktim dan Jaksel
BPBD DKI Jakarta menyebut berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF-Impact Based Forecast) BMKG, berpotensi dampak bencana hidrometeorologi. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF-Impact Based Forecast) BMKG, berpotensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Dua wilayah di Ibu Kota masuk dalam level waspada cuaca ekstrem.

Baca juga: Musim Pancaroba, BPBD DKI Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

"Dari cuaca ekstrem dengan level WASPADA di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Detail informasi Prakiraan Berbasis Dampak BMKG tersebut dapat diakses melalui link berikut signature bmkg go id," tulis akun Instagram @bpbddkijakarta dikutip, Sabtu (25/9/2021).

Baca juga: BPBD DKI Perkirakan Puncak Musim Hujan Terjadi Awal Tahun 2022

BPBD DKI mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. Terutama ancaman banjir, banjir bandang, dan lain sebagainya.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan secara sporadis, lebat dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es) yang dapat berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Kemudian, BPBD pun mengantisipasi dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga dapat memantau tinggi muka air (TMA).

"Warga diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, salah satunya dengan membaca buku "Panduan Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir bagi Masyarakat" melalui link tiny cc bukusakusiagabanjir. Informasi terkait Tinggi Muka Air dapat dimonitor melalui BPBD jakarta go id/waterlevel/," jelasnya.

"Jika terjadi keadaan darurat dapat menghubungi Call Center 112. Laporkan bila ditemukan genangan/ banjir melalui aplikasi JAKI dan peta bencana. Selain itu, kami akan membagikan peringatan dini melalui media sosial BPBD DKI Jakarta & Aplikasi JAKI," tambahnya.

Lebih lanjut, BPBD DKI Jakarta terus mengimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 belum usai.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga Jakarta untuk tetap menerapkan 6M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas, dan Menghindari makan bersama," tutupnya.
(maf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2257 seconds (10.177#12.26)