Pakai Teknologi SWRO, PAM Jaya Mampu Ubah Air Laut Jadi Layak Minum

Rabu, 01 September 2021 - 16:32 WIB
loading...
Pakai Teknologi SWRO, PAM Jaya Mampu Ubah Air Laut Jadi Layak Minum
Direktur Utama PAM Jaya Prayitno Bambang Hernowo menjelaskan, pihaknya memiliki teknologi canggih untuk mengubah air laut menjadi air layak minum bagi warga Kepulauan Seribu. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PAM Jaya Prayitno Bambang Hernowo menjelaskan, pihaknya memiliki teknologi canggih untuk mengubah air laut menjadi air layak minum bagi warga Kepulauan Seribu. Teknologi tersebut bernama Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

Di Kepulauan Seribu, berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Nomor 62 Tahun 2019, PAM JAYA memperoleh penugasan untuk mengelola SPAM dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kabupaten Kepulauan Seribu. Penugasan ini meliputi kegiatan: pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan, pelayanan, perluasan jaringan dan pengembangan.

"Sea water Reverse Osmosis air bakunya berasal dari laut dan kemudian diolah dan kemudian didistribusikan ke warga yang ada di Kepulauan Seribu," kata Bambang dalam seminar virtual Balkoters Talk bertema bertajuk Pelayanan Merata Air Minum Jakarta, Rabu (1/9/2021). (Baca juga; Cegah COVID-19, PDAM Bekasi Dorong Pelanggan Bayar Tagihan Rekening Air secara Online )

Saat ini, terdapat 8 IPA SWRO yang dioperasikan oleh PAM JAYA untuk melayani 9 pulau berpenghuni di Kepulauan Seribu. Bambang juga menyampaikan, bahwa sampai dengan sekarang terdapat 5.526 sambungan pelanggan air perpipaan di Kepulauan Seribu. (Baca juga; PDAM Karawang Temukan Cara Baru Tehnik Penjernihan Air )

Melalui kebijakan subsidi yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta, PAM JAYA bersama Dinas SDA melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di Kepulauan Seribu, yang juga akan dilakukan oleh Bupati beserta para Camat dan Lurah. Tujuannya, agar informasi subsidi air bersih ini dipahami oleh masyarakat, terutama masyarakat di Kepulauan Seribu.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1413 seconds (11.252#12.26)