Bangun Waduk Brigif untuk Cegah Banjir, Anies: Sekaligus Hidupkan Budaya Betawi

loading...
Bangun Waduk Brigif untuk Cegah Banjir, Anies: Sekaligus Hidupkan Budaya Betawi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: @aniesbaswedan
JAKARTAW - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus melakukan upaya dan langkah cepat untuk mengendalikan air di musim hujan . Salah satunya dengan membangun Waduk Brigif, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Anies beserta jajarannya memiliki proyek baru bernama 942-DV tahun ini. Adapun proyek tersebut meliputi; pembangunan dan rehabilitasi 9 polder, pembangunan 4 waduk, revitalisasi 2 kali, serta peningkatan sistem drainase vertikal.



Bangun Waduk Brigif untuk Cegah Banjir, Anies: Sekaligus Hidupkan Budaya Betawi


"Salah satu wilayah pembangunan 4 waduk tersebut yakni pembangunan Waduk Brigif," ucap Anies melalui laman Instagram pribadinya @aniesbaswedan, Kamis (10/6/2021). Baca juga: Cegah Banjir, Sudin SDA Jakarta Utara Bangun Waduk di Cilincing

Anies berharap dengan pembangunan ini dapat bermanfaat terhadap pengendalian banjir di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Kali Krukut. Diketahui waduk ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektar dengan kapasitas 381.000 meter kubik serta berpotensi mereduksi banjir sebesar 29 persen.

Lebih lanjut, Anies mengatakan Waduk Brigif berpotensi menjadi wadah komunitas masyarakat dengan berbagai kegiatan di dalamnya. Menjadi landmark baru sebagai ruang publik yang berwawasan lingkungan.

"Sekaligus menghidupkan budaya betawi di kawasan waduk brigif dan sekitarnya," jelasnya. Baca juga: Pemkot Jaktim Bangun Waduk Mini di Permukiman, Apa Fungsinya?

Sementara itu, untuk potensi wisata air dan kegiatan memancing dapat dimanfaatkan sebagai media interaksi dan sarana relaksasi bagi masyarakat sekitar. Selanjutnya, ketika permukaan air berada di low water level area pinggir waduk dapat dijadikan ruang publik.

Adapun fasilitas penunjang di area kawasan Waduk Brigif diantaranya panggung pertunjukan dihadirkan untuk mewadahi masyarakat dan berbagai macam festival setempat. Kemudian, lintasan jogging dan jalur pedestrian difungsikan sebagai jalan pintas yang mengintegrasikan area waduk dan fasilitas penunjang.

"Kontur eksisting di sisi utara waduk dimanfaatkan Amphitheater alami yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul dan picnic point bagi masyarakat." pungkasnya.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top