Polda Metro Bantah Berita Terkait Rencana Pembunuhan Habib Rizieq Shihab

Rabu, 09 Desember 2020 - 14:05 WIB
loading...
Polda Metro Bantah Berita Terkait Rencana Pembunuhan Habib Rizieq Shihab
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Banyak beredar berita hoaks terkait rencana pembunuhan terhadap Habib Rizieq Shihab yang menyebar di media sosial twitter dan lainnya. Bahkan ada yang mengatasnamakan sebuah media online.

"Beredar di sosmed bahwa ada salah satu media yang menuliskan tentang viral hacker yang membocorkan percakapan Pak Kapolda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/12/2020)

Yusri mengatakan, isi dari berita viral itu yakni seorang hacker yang berhasil membongkar percakapan Kapolda Metro. Percakapannya disebut-sebut membahas rencana pembunuhan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut. (Baca juga; 6 Jenazah Anggota FPI Sudah Dimakamkan, Keheningan Menyelimuti Markas FPI )

"Bahwa ada percakapan WA Pak Kapolda Metro Jaya dalam satu WA-nya ini saya jelaskan bahwa ini adalah berita tidak benar. Viral hoaks membocorkan WhatsApp perihal pembunuhan HRS oleh anggota kepolisian," ungkap Yusri.

Kepolisian langsung mengkonfirmasi terkait info itu ke media online terkait dan pihak redaksi menyatakan tidak pernah mengeluarkan berita viral tersebut. (Baca juga; Kenapa Kasus Penembakan 6 Anggota FPI Dilimpahkan ke Mabes Polri, Ini Penjelasan Polda Metro )

"Saya sudah konfirmasi ke media dan beberapa media lainnya mereka menyatakan tidak pernah memberitakan seperti ini dan ini editan. Ini di edit karena media tersebut tidak pernah mengeluarkan berita ini," kata Yusri.

Rencana tindak lanjut dari Polda Metro Jaya sendiri yaitu melalukan penyelidikan. Polisi saat ini tengah mencari pembuat atau yang mengedit berita hoaks tersebut. "Kami akan lakukan pendalaman ini semuanya untuk kita cari siapa pelakunya. Karena ini sudah beredar luas di medsos," pungkas Yusri.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2993 seconds (11.252#12.26)