Penjelasan BMKG Soal Fenomena Langit Biru Jakarta

loading...
Penjelasan BMKG Soal Fenomena Langit Biru Jakarta
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup pun tak mau ketinggalan untuk mengabadikan langit Jakarta kemarin siang. Foto: @dinaslhdki
JAKARTA - Jagad dunia maya kemarin dihebohkan dengan cerahnya cuaca di Jakarta hingga membuat langit berwarna biru di Ibu Kota. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) menyatakan fenomena langit biru merupakan hal alamiah.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Djatmiko menjelaskan, cuaca cerah dengan penampakan langit berwarna biru merupakan fenomena alamiah yang bisa di segala musim."Hal tersebut terjadi karena beberapa hal seperti kondisi angin yang relatif cukup kencang, kelembapan udara cukup kering, sinar matahari, partikel penyusun di atmosfer dan faktor penglihatan," kata Hary saat dihubungi SINDOnews, Rabu (2/12/2020).

Hary menambahkan, kondisi cuaca di wilayah Jakarta saat ini didominasi kondisi cuaca yang cerah pada pagi hari hingga menjelang sore. Hal ini ditandai di mana angin yang berhembus cukup kencang dan kelembaban udara cukup kering dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya.

"Kondisi inilah yang menghambat proses pembentukan dan pertumbuhan awan-awan hujan," tambahnya. (Baca: Langit Jakarta Jadi Trending Topik, Ada Apa?)



"Selain itu pada saat ini posisi pergerakan semu matahari berada di sebelah Selatan Ekuator hingga 23.5LS, sinar matahari yang dipancarkan dan diterima oleh bumi (dalam hal ini wil Indonesia sebelah Selatan khatulistiwa) sangat optimal," sambung Hary.

Kondisi ini yang membawa berbagai macam jenis gelombang panjang salah satu cahaya tampak (yang biasa dikenal istilah “mejikuhibiniu”. Panjang gelombang yang masuk ke bumi dihalau dan difilter oleh partikel-partikel yang ada di atmosfer hanya menyisakan gelombang cahaya tampak.

Selanjutnya gelombang tersebut pada saat kondisi cuaca cerah berinteraksi dengan partikel-partikel penyusun yang ada di atmosfer, akibatnya terjadi penghamburan cahaya.



"Semakin rendah gelombang cahaya tampak yang didominasi oleh panjang gelombang yang paling rendah yaitu warna biru, nila dan ungu, maka semakin banyak gelomabng cahaya tersebut dihamburkan. Sehingga kondisi langit yang tampak dan terlihat oleh mata kita berwarna biru," jelasnya.

Panjang gelombang yang dipancarkan sinar matahari, diantaranya x-ray, sinar ultraviolet, cahaya tampak (mejikuhibiniu), dan gelombang radio (radio waves). Sedangkan partikel penyusun atmosfer meliputi nitrogen, oksigen, karbondioksida, ozon dan partikel berupa gas bumi lainnya.

Sekadar informasi, fenomena langit biru di Jakarta membuat kagum masyarakat. Lantaran terlihat begitu cerah dan indah perpaduan warnanya. Masyarakat tak sedikit mengabadikannya lewat kamera ponsel dan menunggahnya di media sosial.
(hab)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top