Ini Langkah SDA Jakarta Barat Menangani Banjir di Green Garden

loading...
Ini Langkah SDA Jakarta Barat Menangani Banjir di Green Garden
Banjir di Freen Garden, Jakarta Barat. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Kawasan Green Garden, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat , masih belum terbebas banjir . Hujan deras yang kerap datang disertai kiriman air dari Bogor, membuat genangan dan banjir kerap kali mengancam kawasan ini.

Di sisi lain beragam upaya terus dilakukan Pemkot Jakarta Barat sejak dahulu. Namun genangan dan banjir tak kunjung hilang, malahan banjir kian parah seiring datangnya musibah rob yang kini juga melanda di kawasan itu.

Menyikapi hal itu, Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air Jakarta Barat terus berinovasi, upaya mengurangi genangan hingga membebaskan banjir dilakukan menyeluruh.

“Salah satunya kami membuat kolakan, sumur resapan dan memperbaiki pintu air,” kata Kasudis SDA, Purwanti Suryandari kepada wartawan di Jakarta, Minggu (29/11/2020). (Baca juga: Khawatir Banjir Kiriman dari Bogor, Pemkot Jakarta Timur Buat Kampung Tangguh Bencana )



Di Green Garden saat hujan deras banjir setinggi hingga satu atau dua meter kerap melanda kawasan itu. Lokasi kawasan yang berbentuk cekungan membuat air sulit terbuang secara cepat di sana.

Karena itu menahan debit air dari buangan Kali Pesanggrahan, pihaknya telah membenahi sejumlah pintu air di kawasan itu. Pintu di sana akan dilengkapi sistem otomatis, dimana saat debit air tinggi, maka pintu akan menutup sendiri.

Sementara matinya saluran air karena pintu tertutup. Aliran air dialihkan menuju Kali Sekretaris yang berada sejauh 2 kilometer dari Green Garden. Air akan dipompa menggunakan mesin pompa dengan debit 1.000 liter per kubik di kawasan Taman Ratu.



Mempercepat aliran air, crossing saluran di bawah Jalan Panjang dibuat dengan diameter persegj sepanjang 2 meter. Dengan demikian debit air akan makin luas. “Di sana juga ada kolakan yang menjadi penampung air sementara,” katanya.

Kemudian saat banjir rob datang dari laut, aliran Kali Mookevart yang meluap akan ditahan. Purwanti mengatakan, pihaknya telah merencanan sebagai pembatas antara Kali Mookevart dan anak Kali Pesanggrahan, pintu air besar akan di buat di kawasan itu. “Tahun depan mungkin pembangunannya, ini sudah kami ajukan ke dinas dan telah di-acc,” kata Purwanti.

Melalui berbagai langkah itu, Purwanti yakin masalah banjir green garden dapat diatasi. Ratusan warga dan kantoran nantinya tak lagi mengungsi. (Baca juga: Pemkab Tebo Tak Punya Perahu Karet, 2 Desa di Muara Tabir Terisolir Banjir )
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top