3 M Tidak Dipedulikan, Wajar Kasus COVID-19 di Jakarta Kembali Melonjak

loading...
3 M Tidak Dipedulikan, Wajar Kasus COVID-19 di Jakarta Kembali Melonjak
Berdasarkan pengamatan perilaku 3M, terdapat stagnansi maupun penurunan persentase kepatuhan masyarakat selama sepekan terakhir untuk seluruh indikator. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mencatat terjadi lonjakan kasus aktif COVID-19, sebesar 4.95% selama 14 hari terakhir, yaitu 8.026 pada 7 November menjadi 8.444 pada 21 November. Pemprov DKI juga mencatat persentase keterpakaian tempat tidur isolasi harian (ruang rawat inap) maupun ruang ICU di 98 RS Rujukan COVID-19 mulai terjadi peningkatan selama sepekan terakhir.

Untuk mencegah lonjakan pasien COVID-19, masyarakat diimbau disiplin menerapkan protokol kesehatan. Berdasarkan pengamatan perilaku 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan) yang dilakukan FKM UI, terdapat stagnansi maupun penurunan persentase kepatuhan masyarakat selama sepekan terakhir untuk seluruh indikator. (Baca juga: Jakarta Perpanjang PSBB Transisi, Penegakan Aturan Prokes Makin Dimasifkan)

"Data tersebut sesungguhnya sejalan dengan data peningkatan kasus harian di DKI Jakarta. Jika penggunaan masker dengan benar meningkat, kita juga disiplin menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta ditambah sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka insya Allah penularan akan menurun dan dampaknya kasus juga akan bisa ditekan. Ini adalah ikhtiar bersama. Masyarakat disiplin 3M, kami di pemerintah akan terus menggalakan 3T yaitu Testing, Tracing, dan Treatment," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Minggu (22/11/2002).

Data per 21 November 2020, data tingkat kepatuhan masyarakat yang dicatat FKM UI, yakni memakai masker berada di kisaran angka 65%, menjaga jarak berada di kisaran angka 60%, mencuci tangan berada di kisaran angka 30%. (Baca juga: Sempat Turun, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kembali Melonjak 14 Hari Terakhir)



Sebelumnya, seluruh indikator perilaku 3M sempat menurun secara signifikan jika dibandingkan setiap pekannya sejak akhir Oktober lalu, yaitu:
- memakai masker berada di kisaran angka 75% (19/10), 70% (26/10), 60% (2/11), 65% (9/11), dan 70% (16/11).
- menjaga jarak berada di kisaran angka 70% (19/10), 65% (26/10), 55% (2/11), 55% (9/11), dan 60% (16/11).
- mencuci tangan berada di kisaran angka 40% (19/10), 30% (26/10), 30% (2/11), 35% (9/11), dan 40% (16/11).

"Persentase kepatuhan masyarakat untuk 3M harus mencapai minimal 80% untuk dapat mengendalikan potensi penularan COVID-19. Pemprov DKI Jakarta akan terus bekerja sama dengan jajaran Forkopimda dalam upaya penegakan hukum atas protokol kesehatan masyarakat di wilayah Ibu Kota," kata Anies.

Nilai reproduksi efektif (Rt) yang menjadi indikasi tingkat penularan di masyarakat menunjukkan skor 1,06 per 21 November 2020. Angka tersebut meningkat dari skor pekanan sebelumnya, yaitu 1,03 (31/10); 1,04 (7/11); dan 1,05 (14/11). Hasil skor Rt tersebut menunjukkan peningkatan kembali sebagaimana data bulan Oktober yaitu skor 1,06 pada 12 Oktober 2020 dan 1,05 pada 24 Oktober 2020.



Berdasarkan analisis data dari tim FKM UI, nilai Rt tersebut kemudian dibandingkan dengan estimasi kasus baru (onset) dan persentase masyarakat yang berada di rumah (mengurangi mobilitas). Hasilnya menunjukkan bahwa:
- persentase penduduk yang berada di rumah mulai menurun sejak Oktober dan kini stabil berada di kisaran 45%
- estimasi kasus baru (onset) juga menunjukkan penurunan signfikan pada bulan Oktober, namun mulai meningkat di awal bulan November.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top