Cerita Hantu Budeg di Perlintasan Kereta Klingkit-Rawa Buaya Jakarta Barat

loading...
Cerita Hantu Budeg di Perlintasan Kereta Klingkit-Rawa Buaya Jakarta Barat
Perlintasan kereta api Kampung Klingkit, RT 01/RW 011, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: SINDOnews/Yan Yusuf
ENTAH sudah berapa banyak korban yang tersambar kereta di sekitar Kampung Klingkit, dekat Kali Pesanggrahan hingga Stasiun Rawa Buaya. Kejadian terbaru, driver ojek online terserempetKRL Commuter Line di perlintasan kereta api Kampung Klingkit, RT 01/RW 011.

Banyak warga menyebut kejadian di sana tak lepas dari mitos hantu budeg di kawasan itu. “Masalahnya sebelum tertabrak, warga sudah teriak dan meminta korbannya menyingkir. Tapi seperti tidak mendengar,” kata Firman, penjaga persimpangan sebidang di kawasan Kampung Klingkit, Rawa Buaya, Cengkareng, Kamis (29/10/2020).

Perlintasan Kampung Klingkit berada tepat di samping Kali Pesanggrahan yang mengalir dari Kembangan sebelum tembus ke Cengkareng Drain. Di sana terdapat double track kereta dan ratusan perjalanan KRL dan KA Bandara melintas setiap harinya. (Baca juga: Driver Ojol Tersambar KRL, Nyawa Selamat Motor Ringsek)

Firman mengatakan, jauh sebelum dirinya jadi sukarelawan penjaga perlintasan disana, hampir per tiga bulan sejak tahun 2007-an, orang dan kendaraan tersambar kereta api di sana. Beberapa korban diantarannya tewas di tempat.



Layaknya seperti orang linglung, para pejalan kaki yang tertabrak dan terserempet seperti tak mendengar suara kereta, termasuk bunyi klakson yang melingking. “Logika saja, kalau tidak ada gangguan, mereka pasti mendengarkan suara kereta,” kata Firman.

Rekan Firman, Yadi, juga mengatakan selain menimpa pejalan kaki, banyak pengendara yang menjadi korban. Mereka tampak tidak mendengar bunyi klakson dan mesin kereta.(Baca juga: Melihat Pemandian Keramat Banyu Mudal di Depok yang Konon Bisa Menyembuhkan Penyakit)

Yadi pernah menyelamatkan pemobil yang selamat pada tahun 2012 silam. Kala itu, pengendara mobil bak tak mendengar suara apapun di perlintasan, sekalipun dua kaca mobil dibuka lebar.



Pengendara itu baru menyadari ada kereta, setelah melihat sorot lampu kereta. Dari situlah ia baru sadar kereta sudah dekat. Karena tak bisa melanjutkan perjalanan, pengendara memilih lompat dari mobil. “Untungnya selamat. Tapi mobilnya ringsek dan jatuh ke kali,” kata Yadi. (Baca: Konon Ini 4 Tempat Angker di Jakarta Timur)

Di Rawa Buaya, sekitar tiga kilometer dari Kampung Klingkit, hal serupa terjadi. Banyak kecelakaan yang terjadi karena ulah hantu budeg. “Padahal di sana juga banyak orang dan melintas di sana,” kata Wildan, salah satu warga. Wildan menyebut banyak kejadian di sana tak lepas dari hantu budeg. Mereka kerap tak mendengar suara kereta.

Vice President Public Relation PT KAI, Joni Martinus, mengatakan, banyak jalur rel kereta api yang tidak steril. Artinya lalu lintas orang masih terlihat di kawasan itu.

Karena itu, untuk mencegah korban jiwa beberapa lokasi itu dikasih semboyan 44, yang artinya masinis yang melintas wajib membunyikan klakson.
(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top