Ade Yasin: Urai Bersama Jika Ada Persoalan Produktivitas di Masa Pandemi Covid-19

loading...
Ade Yasin: Urai Bersama Jika Ada Persoalan Produktivitas di Masa Pandemi Covid-19
Bupati Bogor Ade Yasin saat melihat dan dialog potensi tanaman hias Kabupaten Bogor di Sukamantri, Tamansari, Jumat (23/10/2020). Foto: SINDOnews/Haryudi
BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengurai persoalan dan mencarikan solusi jika ada sesuatu yang menghambat produktivitas yang dampaknya mengganggu ekonomi, khususnya di masa pandemi.

Hal tersebut diungkapkan Ade Yasin saat melihat dan dialog potensi tanaman hias Kabupaten Bogor di Sukamantri, Tamansari, Jumat (23/10/2020).

Dia ingin mengetahui bagaimana kondisi penjualan tanaman hias di tengah pandemi Covid-19 dan apa saja yang menjadi kendala para petani. “Mari kita urai bersama jika ada masalah atau ada kendala yang menghambat produktivitas para penggiat tanaman hias," ujarnya. (Baca juga: Kapasitas Bioskop di Bekasi Boleh Diisi 50 Persen)

Yang kita tahu, pandemi berdampak pada semua sektor, tetapi ternyata tidak untuk tanaman hias. Penjualan tanaman hias justru mengalami peningkatan di masa ini. Omzetnya bisa sampai Rp200 juta-Rp300 juta per hari secara keseluruhan di Kabupaten Bogor.



"Di masa pandemi sekarang ini lagi tren mengurus tanaman karena banyak orang yang mengalami keterbatasan untuk keluar rumah. Ini bukan sekadar hobi melainkan menghasilkan untuk keluarga dan wilayah," kata Ade.

Ketua Paguyuban Petani Tanaman Hias Sukamantri memfasilitasi para petani untuk menyampaikan kendala, beberapa kendala di antaranya stok tanaman untuk diekspor, akses transportasi, serta kurangnya pameran tanaman hias. (Baca juga: Waspadai Klaster Covid Libur Panjang, Terminal Pulo Gebang Perketat Protokol Kesehatan)

Ade langsung menanggapi hal tersebut dengan menginstruksikan Kadistanhorbun membentuk kultur jaringan untuk mempercepat stok tanaman dan menginstruksikan kepala desa menindaklanjuti apa yang menjadi kendala.



"Salah satunya dengan menggunakan anggaran Rp1 miliar untuk satu desa agar dimanfaatkan perbaikan infrastruktur jalan menuju rumah tanaman hias," ujar Ade.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top