Zona Merah, Pasar Malam dan PKL di Cengkareng Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

loading...
Zona Merah, Pasar Malam dan PKL di Cengkareng Tetap Beraktivitas Seperti Biasa
Pasar malam di Cengkaren, Jakarta Barat, masih beraktivitas meski PSBB pengetatan diberlakukan. Foto: Yan Yusuf/SINDOnews
JAKARTA - Meski telah menjadi kelurahan tertinggi penderita Covid-19, namun wilayah Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, seolah tak peduli. Sebab PKL dan pasar malam tetap beraktivitas seperti biasanya.

Parahnya meski berstatus zona merah, namun kesadaran masyarakat di kawasan ini cukup rendah. Hal itu terlihatnya banyaknya masyarakat yang tak menggunakan masker saat melintas di sekitar jalan kawasan tersebut. (Baca juga: Hotel di Zona Merah Jabar Jadi Pusat Isolasi Pasien COVID-19)

SINDOnews menyisir kawasan ini mendapati aktivitas masyarakat di Cengkareng Timur dalam penyebaran Covid kian tak peduli. Saat menjelang sore hingga malam hari, kawasan ini dipenuhi sejumlah kendaraan roda dua dengan penggunanya hampir tak menggunakan masker.

Termasuk di Jalan Ruko Palem Mutiara yang berdekatan langsung dengan RSUD Cengkareng, salah satu Rumah Sakit Rujukan Covid-19. Setiap sorenya PKL mulai dari makanan, pakaian, hingga aksesoris berdagang di kawasan ini. Mereka yang berjualan disana tak peduli protokol kesehatan. Seperti berjaga jarak hingga menggunakan masker. (Baca juga: Bogor Zona Merah, Wali Kota Bima Arya Gencar Sidak Kafe)

“Kami lebih takut mati kelaparan dari pada mati kena Covid. Lagi pula saya sering mencuci tangan, jadi amanlah,” kata Fajri (34), salah satu pedagang pakaian ditemui di kawasan itu, Minggu 20 September 2020 malam.



Fajri mengakui, semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Jakarta. Aktivitas dirinya sebagai pedagang tak terpengaruh, ia tetap berdagang seperti biasanya, termasuk berjualan pakaian.“Paling hanya pembelinya saja yang turun,” imbuhnya. (Baca juga: Sempat Menguat, IHSG Ditutup Terjun ke Zona Merah)

Belakangan PKL di sana tak hanya di kawasan itu, beberapa jalan yang masuk dalam kompleks ruko taman palm juga dipenuhi sejumlah PKL. Mereka telah ada saat siang hingga tengah malam.

Sementara kafe-kafe dan warung makan yang tersebar di kawasan ini hingga menuju Pedongkelan juga tetap beraktivitas. Bahkan mereka mempersilakan pengunjung makan di kafe tanpa jaga jarak. “Masa beli makan minum di kafe, tapi di rumah kan engga asyik,” cetus Heni (26), pengunjung kafe.



Masih di lingkungan Cengkareng Timur, tepatnya di Pasar Bersih, sekitar 300 meter dari RSUD Cengkareng. Setiap malamnya sejak sebulan terakhir aktivitas pasar malam terlihat. (Baca juga: Zona Merah Cimahi, Klaster Keluarga Ada Lebih 30 KK Positif COVID-19)

Dengan wahana bermain seperti ombak banyu, bianglala, komidi putar, hingga perahu (kora kora) terlihat. Usai magrib, biasanya kawasan ini dipenuhi pengunjung yang kebanyakan warga sekitar. Meski sebagian dari mereka menggunakan masker, tapi teriakan seringkali terdengar dari jauh. Hinggar bingar musik terdengar bukti aktifitas disana ada.

Menanggapi hal itu, Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat menegaskan, pihaknya tak mentolerir pelanggar Pembtasan Sosial Berskala Besar (PSBB), operasi yustisi gabungan pun akan dilakukan pihaknya di kawasan itu. “Manpol (kecamatan) Cengkareng akan mengecek. Mereka yang tak bermasker akan ditegur dan dikenai sanksi,” tutup Tamo.
(mhd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top