alexametrics

Pekan Ini, Bogor Akan Gelar Rapid Test Covid-19 di 8 Lokasi

loading...
Pekan Ini, Bogor Akan Gelar Rapid Test Covid-19 di 8 Lokasi
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal menggelar rapid test massal Corona Virus Desease (Covid-19) di delapan lokasi. Kepastian itu setelah tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor menerima 800 unit alat pendeteksi cepat (Rapid Test Kit) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), Rabu 25 Maret 2020 pagi.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pelaksanaan rapid test akan segera dilakukan secara terpisah di delapan lokasi, yakni di enam Puskesmas Induk setiap kecamatan, RSUD, dan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. Ia menyebut, tes cepat virus Corona untuk sementara baru bisa dimanfaatkan bagi tenaga medis dan warga masyarakat yang rentan terhadap risiko terpapar Covid-19.

"Dari hasil rapat koordinasi, kami memutuskan bahwa pelaksanaan Rapid Test Covid-19 ini akan disebar di enam puskesmas induk setiap kecamatan, RSUD dan kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor," ujar Dedie di Bogor, Kamis (26/3/2020). (Baca juga: Sebar Hoaks Corona di Jalan Latumenten, Dua Orang Diciduk Polisi)



Dedie menjelaskan, lokasi pelaksanaan yang semula direncanakan di GOR Pajajaran dinilai banyak memiliki resiko terpapar virus. Selain itu, pelaksanaan juga nantinya bertentangan dengan metode perlawanan terhadap virus corona, yakni social distancing. Oleh karena itu, dia mengubah skema pelaksanaan menjadi disebar ke delapan titik wilayah.

"Alat rapid tes sebanyak 800 unit baru saya terima. Perkiraan untuk pelaksanaan tes setiap unitnya memakan waktu lima menit sehingga membutuhkan waktu sekitar 4.000 menit atau 66,6 jam. Waktu 66,6 jam itu, jika dibagi 24 jam dalam sehari maka waktu pelaksanaanya diprediksi sekitar 2,7 hari," katanya.

Dedie memastikan, pelaksanaan rapid test akan digelar minggu ini, namun ia belum bisa memastikan kapan harinya. Dia menegaskan bahwa rapid test akan terlaksana tanpa mencampur warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dengan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Tinggal dibagi nanti, mana yang orang dengan risiko (ODR), mana orang dalam pemantauan dan kemudian pasien dalam pengawasan, dan juga lingkaran dalam mereka yang positif Covid-19," jelasnya.

Pemkot Bogor saat ini, lanjut Dedie, telah menyiapkan sebanyak 31 tenaga medis untuk diberikan pelatihan sebagai pelaksana rapid test tersebut. Pihaknya juga telah mendata siapa saja peserta yang bisa mengikuti rapid test nantinya. (Baca juga: ABG 15 Tahun di Kabupaten Bogor Positif Corona, Total Jadi 7 Orang Positif)

Profesi lainnya yang akan menjalani tes adalah orang yang pekerjaannya banyak bersentuhan dengan publik, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, maupun petugas kesehatan di Puskesmas.

"Oleh karena itu, Pemkot Bogor akan menyiasati dengan rencana lainnya, yakni disebar ke sejumlah Puskesmas induk setiap kecamatan, di RSUD, dan di Dinas Kesehatan Kota Bogor. Kalau dibagi rata menjadi delapan lokasi, maka setiap tempat akan melaksanakan tes bagi 100 orang. Jika asumsi pelaksanaan setiap unitnya sekitar lima menit maka dibutuhkan waktu sekitar 8,3 jam," katanya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak