alexametrics

Terendam Banjir, Ratusan Warga Kapuk Cengkareng Masih Mengungsi

loading...
Terendam Banjir, Ratusan Warga Kapuk Cengkareng Masih Mengungsi
Kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, masih terendam banjir hingga membuat ratusan warga mengungsi.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 402 warga Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat masih mengungsi akibat banjir merendam kawasan itu sejak Selasa, 25 Februari 2020 kemarin. Ratusan warga ini berada di tiga pos pengungsian di kawasan Kapuk.

Lurah Kapuk, Ujang Sungkawa mengatakan, pengungsi terbanyak berada di SDN 05 dan SDN 15 Kapuk, sebanyak 327 warga. "27 orang di antaranya balita dan tiga lansia," kata Ujang dikonfirmasi, Rabu (26/2/2020) pagi.

Selain itu, lokasi pengungsian kedua berada di Masjid Baitul Muttaqin, Jalan Langgar 1 RT 02/05, sebanyak 49 pengungsi. Terakhir, ldi Masjid An-nur, sebanyak 26 jiwa pengungsi di antaranya enam balita.



"Jadi jumlah pengungsi sementara ini ada 402 warga yang terdiri dari 38 balita dan 6 lansia," ujarnya. Hingga Rabu (26/2/2020) pagi tadi, lanjut Ujang, puluhan RT di kawasan Kapuk masih terendam banjir. Puluhan RT itu dari RW 1, RW 4, RW 5, RW 12, RW 15 dan RW 16.

Meski tak separah sebelumnya, banjir di kawasan itu mencapai ketinggian 20 cm. Penyebab banjir Selasa kemarin lantaran curah hujan tinggi, air rob dan air Kiriman. "Jadi kemarin baik Kali Cengkareng Drain, Kali Sekretaris, Kali Mookorvad, dan Kali Apuran, semuanya tinggi dan limpas," jelas Ujang.

Dia menjamin bantuan banjir mulai dari makanan siap saji dan dapur umum sudah dibuat di posko pengungsian tersebut. "Mobil rescue, perahu karet, pompa portable, alat dapur umum, mesin potong kayu, dan genset sudah tersedia untuk penanggulangan bencana banjir," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak