alexametrics

Anies Tinjau Pintu Air Manggarai, 74 Lokasi Pengungsian Disiapkan

loading...
Anies Tinjau Pintu Air Manggarai, 74 Lokasi Pengungsian Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau TMA di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan. Foto/Dok/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) tergenang akibat curah hujan yang tergolong ekstrem pada Selasa (25/2/2020). Namun, Tinggi Muka Air (TMA) di Pintu Air Manggarai telah turun dari 965 sentimeter pada pagi hari menjadi 850 sentimeter pada sore tadi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kembali meninjau pintu air Manggai pada sore hari menyampaikan update terakhir wilayah terdampak yang terus mengalami penurunan. Bahkan, ruas jalan yang terendam banjir juga sudah turun dari pagi hingga sore hari.

"Tadi pagi jumlah RW yang tergenang ada 294, sore ini masih ada 236 yang tergenang. Lalu kemudian ruas jalan Jakarta itu 1.522, ada 72 ruas jalan yang masih tergenang, artinya permukaan airnya di atas 30 cm, artinya tidak bisa dilewati. Kemudian untuk sekolah yang hari ini terdampak ada 375 sekolah kira-kira 4,7 persen dari total sekolah yang ada di Jakarta. Dan untuk pengungsi ada 74 lokasi pengungsian. Jumlah pengungsi tidak fiks karena mereka datang dan pergi. Berkisar 12 ribu hingga 15 ribu. Dinas Sosial menyiapkan makanan yang cukup untuk semuanya," terang Anies di lokasi.



Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta, Irmansyah, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Suku Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di wilayah terdampak banjir terkait aktivitas penanganan sekaligus mengamati situasi terkini.

"Kami kerahkan Tagana dan Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) yang tersebar di 84 lokasi untuk melakukan pendataan korban, evakuasi korban ke tempat yang aman, khususnya kepada kelompok rentan yaitu lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya. Kemudian ada pelayanan dapur umum lapangan dan layanan dukungan psikososial untuk pemenuhan kebutuhan dasar penyintas yang berada di lokasi pengungsian. Serta pendirian tenda tempat mengungsi/ shelter," terang Irmansyah.

Dia menjelaskan, dapur umum yang telah disiagakan total sebanyak 6 unit, terdiri dari 1 unit di Dinas Sosial dan 5 unit di Sudin Sosial. Kemudian, kata dia, 84 unit dapur umum mandiri yang dikelola masyarakat peduli bencana dan ditempatkan di kelurahan rawan bencana (KSB).

Persebaran titik lokasi dapur umum di 5 wilayah Kota Administrasi Jakarta sebagai berikut; Jakarta Pusat sebanyak 12 KSB dan 1 Dapur Mandiri, Jakarta Utara sebanyak 18 KSB dan 1 Dapur Mandiri, Jakarta Barat sebanyak 18 KSB dan 4 Dapur Umum Mandiri, Jakarta Selatan sebanyak 19 KSB dan 7 Dapur Mandiri, dan Jakarta Timur sebanyak 17 KSB dan 6 Dapur Mandiri.

Terkait Sarana dan Prasarana telah disiagakan mobil RTU, mobil dapur umum lapangan, mobil tangki air, mobil truk, mobil dapur air lapangan, mobil operasional makanan siap saji, motor trail, perahu, tenda pengungsi, dan mobil operasional barang.

Dinsos DKI Jakarta juga telah mendistribusikan sejumlah bantuan pokok seperti makanan siap saji, beras, mie instan, selimut, pampers, pembalut wanita, perlengkapan mandi, pakaian, perlengkapan pengungsi (tenda, terpal, matras) dan lain sebagainya.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Subejo, menyampaikan, kolaborasi penanganan banjir dilakukan bersama berbagai macam pihak untuk meringankan beban warga terdampak. (Baca juga: Pintu Air Manggarai Siaga Satu, Kawasan Medan Merdeka Waspada Genangan)

"Para pengungsi sebelumnya telah berhasil dievakuasi oleh Disgulkarmat, pihak kepolisian, satpol, basarnas, dan relawan terkait, serta telah dilakukan penyaluran logistik dari BPBD dan Dinas Sosial. Sementara penanganan banjir juga telah berhasil dilakukan atas kerja sama PPSU Kelurahan dan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta," terang Subejo.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak