alexametrics

Banjir, Sampah Mengambang Merendam Jalan Parung Serab Tangerang

loading...
Banjir, Sampah Mengambang Merendam Jalan Parung Serab Tangerang
Banjir setinggi dengkul orang dewasa disertai ratusan bungkusan plastik berisi sampah yang mengambang merendam Jalan Parung Serab, Ciledug, Kota Tangerang. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - Banjir setinggi dengkul orang dewasa disertai ratusan bungkusan plastik berisi sampah yang mengambang merendam Jalan Parung Serab, Ciledug, Kota Tangerang, Selasa (25/2/2020).

Pemandangan tak enak ini berada tepat di sisi proyek peninggian Jembatan Parung Serab yang belum selesai dibangun. Tampak timbunan sampah rumah tangga dalam bungkusan plastik mengambang tak karuan. Aroma sampah pun menyengat dengan kotornya air sungai yang berwarna cokelat.

Banjir sampah di Jalan Parung Serab ini pun sempat menjadi perhatian jagad dunia maya. Pemilik akun Facebook yang mengirimkan foto berisi banjir sampah langsung viral dan menjadi perbincangan.



Dalam perbincangan itu para netizen banyak yang menyalahkan warga yang membuang sampah seenaknya di pinggir jalan. Namun tidak sedikit juga yang menyalahkan pemeritah.

Sementara itu, sekuriti Full Mobil Rental yang berada di depan jalan itu, Asep Saputra, mengatakan, saat dirinya masuk kerja pagi, saat itu ketinggian air di jalan sedang dipuncaknya. Tampak genangan air berisi plastik sampah.

"Jorok bangat bang. Tadi saya masuk jam 7 pagi air sedang tinggi-tingginya. Tumpukan sampah di pinggir jalan terangkat semua," kata Asep saat ditemui.

Asep mengaku tidak berani mendekati banjir yang telah bercampur ratusan plastik berisi sampah rumah tangga itu. Selama tiga jam lebih, banjir sampah plastik rumah tangga menggenangi jalanan itu.

"Air banjir dari semalam. Itu sampah tadi pagi banyak bangat. Itu banyak yang sudah hanyut. Kalau sampah di pinggir jalan itu mah setiap hari bisa 4 kali diangkut. Memang warga buangnya di pinggir jalan," ungkapnya.

Tidak hanya warga sekitar, warga di luar kawasan itu juga banyak yang ikut membuang sampah rumah tangganya di pinggir jalan ini, baik pagi, siang, dan malam.

"Mau melarang gimana, kebanyakan sampah rumah tangga. Tapi bukan warga sini juga, orang lewat yang buang. Saya datang tadi jam 7 sudah banjir. Jam 9 sudah mulai surut. Tapi sampah masih banyak," bebernya.

Di sisi lain, seorang warga bernama Supriyanti, warga RT10/02, Kelurahan Tajur, tepergok membuang sampah rumah tangganya. Dia membuang plastik warna hitam berisi sampah rumah tangga.

"Biasanya saya buang dekat Pasar Lembang sana, tapi lagi enggak bisa. Makanya buang di sini. Yah mau bagaimana lagi, biasanya memang buang di sini, karena kan ada yang mengangkut dari dinas," kilah Supriyanti.

Tidak lama setelah Supriyanti membuang sampah rumah tangganya, seorang ibu dengan menaiki ojek online seenaknya melempar plastik merah berisi sampah.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak