alexametrics

Pembangunan MRT Fase II Bundaran HI-Harmoni Miliki Banyak Tantangan

loading...
Pembangunan MRT Fase II Bundaran HI-Harmoni Miliki Banyak Tantangan
Pembangunan MRT Fase II a (Bundaran HI-Harmoni) miliki tantangan yang tidak sederhana.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A+ A-
JAKARTA - Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Fase II a (Bundaran HI-Harmoni) miliki tantangan yang tidak sederhana. Selain berada di lokasi strategis, pembangunan bawah tanah MRT juga melintasi bangunan tua dan cagar budaya.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim mengatakan, pembangunan fase II kali ini memiliki tantangan yang berbeda dengan fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI). Di antaranya yaitu, berkontur tanah lunak, berada di lokasi strategis dan terdapat berbagai bangunan tua dan cagar budaya.

Kemudian, lanjut Silvi, ada juga Kali Ciliwung di tengah antara jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk. "kondisi fisik ini harus ditangani dengan hati-hati. Metode pembangunan juga harus lebih baik dan lebih kuat sehingga waktu itu yang diperlukan selama 58 bulan," kata Silvi di Stasiun MRT Bundaran HI, Senin (17/2/2020).



Silvi menjelaskan, untuk pengeboran pihaknya masih menggunakan tunel boring machine (TBM) seperti apa yang telah dilakukan pada fase I. Menurutnya, untuk tuneling tidak akan terlihat dari atas. Namun, ketika membuat stasiun, ada layer yang tembus dari atas ke bawah.

Artinya, lanjut Silvi, ada penggalian dari atas ke bawah dan diperlukan manajemen rekayasa lalu lintas. Dia berharap, ada perbedaan manajemen rekayasa lalu lintas nantinya.(Baca: Pembangunan MRT Fase II Bundaran HI-Harmoni Dimulai Maret 2020)

"Kita ingin ini dilakukan lebih baik lagi, kondisinya, kualitasnya, supaya para pengendara kendaraan maupun pejalan kaki dampaknya bisa diminimalisir," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak