alexametrics

Satu Jam Razia Mobil Tunggak Pajak, Samsat Jakbar Kumpulkan Rp13 Juta

loading...
Satu Jam Razia Mobil Tunggak Pajak, Samsat Jakbar Kumpulkan Rp13 Juta
Salah satu mobil mewah yang terkena razia tunggak pajak oleh Samsat Jakbar di Ring Road Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (26/12/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Samsat Jakarta Barat menggelar razia kendaraan penunggak pajak di Ring Road Cengkareng, Jakarta Barat. Hasilnya, dalam satu jam razia berhasil mengumpulkan perolehan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp13 Juta.

PLH Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB), Eling Hartono mengungkapkan kini pihaknya intensif memburu penunggak pajak.

Seperti yang dilakukan di kawasan Ring Road Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam satu jam merazia, pihaknya berhasil mendapatkan pembayaran pajak sekitar Rp13 juta.



Saat ini, kata Eling, dari penyisiran yang dilakukan pihaknya. Pencapaian pajak telah mencapai 96 persen dari target Rp3,1 triliun.

Tersisa empat persen itu, kata Eling, terdiri dari Pajak Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang kini mencapai Rp1,901 miliar dari target 1,966 miliar dan Target Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang kini telah mencapai Rp1,11 miliar dari target Rp1,18 miliar. “Kami optimis, semuanya akan tercapai,” katanya, Kamis (26/12/2019).

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta memblokir ratusan mobil mewah karena menunggak pajak hingga Rp32 miliar. Pemprov DKI memberi tenggat hingga akhir tahun 2019 untuk segera melunasi pajak kendaraannya atau mobil mewah tersebut akan di tarik surat-suratnya.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Syafruddin memaparkan, hasil investigasi dan penyisiran data yang dilakukan pihaknya, tercatat ada 342 mobil mewah yang melanggar administrasi, 150 kendaraan diantaranya diketahui setelah penyisiran melalui penerimaan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Semua kendaraan itu sudah kami blokir. Bila pemilik tidak ada itikad baik, kendaraan itu akan kami bodong-kan, atau STNK-nya tak berlaku,” tegasnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak