alexametrics

Nekat Berenang Seberangi Sungai Cisadane, ABG 14 Tahun Tewas Tenggelam

loading...
Nekat Berenang Seberangi Sungai Cisadane, ABG 14 Tahun Tewas Tenggelam
Tim SAR mengevakuasi Firman (14) yang tewas tenggelam di Sungai Cisadane, Kamis (5/12/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - Seorang remaja bernama Firman (14), ditemukan tewas di Sungai Cisadane, Kota Tangerang karena tenggelam ketika berusaha berenang menyeberangi sungai tersebut. Korban ditemukan 10 Km dari titik pertama dirinya tenggelam satu hari kemudian.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga, di wilayah Kelurahan Bencongan, RT 01/001, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Saat ditemukan, tubuh korban sudah membeku dan biru.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta Hendra Sudirman mengatakan, korban tenggelam pada Rabu 4 Desember 2019, pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban hendak menyeberangi sungai dengan cara berenang.



"Kejadian bermula saat korban bersama dua rekannya ingin menuju rumah temannya yang berada di seberang Kali Cisadane, dengan berenang," kata Hendra, di lokasi, Kamis (5/12/2019).

Saat itu Korban berenang di Sungai Cisadane bersama dengan rekannya. Namun, dia tertinggal di belakang. Saat teman-temannya berhasil sampai tepian, korban kelelahan.

"Jadi informasinya, korban sempat berteriak minta tolong. Salah seorang warga sekitar yang sedang mencuci di bantaran kali berusaha menolong, warga tersebut sempat berhasil meraih tangan korban," ungkapnya.

Nahas, usaha warga mengalami kegagalan karena kelelahan, hingga akhirnya korban terlepas dan tenggelam. Warga pun melapor kepada Tim SAR dan melakukan pencarian.

"Kurang lebih 90 personel SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Polsek Jati Uwung, BPBD Kota Tangerang, Koramil, Tagana, PMI, dan lainnya diterjunkan ke lokasi," paparnya.

Pencarian dilakukan malam hari hingga satu kilometer dari titik pertama korban tenggelam. Tetapi, tidak membuahkan hasil dan dilanjutkan pada besoknya, yang dimulai sejak pagi hari.

"Saya ucapkan rasa apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terlibat, hingga akhirnya korban bisa ditemukan pada siang ini dan rasa belasungkawa saya ucapkan kepada keluarga korban," sambung Hendra.

Sementara itu, Samudi, salah seorang saksi mata dari warga sekitar mengatakan, saat itu korban dan kedua temannya berenang di Sungai Cisadane, hendak ke seberang sungai.

"Sama-sama berenangnya. Tapi dua orang temannya sampai keseberang duluan. Sedangkan korban baru sampai di tengah sudah terengah-engah napasnya dan teriak minta tolong kepada warga," tambahnya.

Saat itu, posisi dirinya dengan korban tidak terlalu jauh, hanya sekitar delapan meter. Namun, derasnya arus di tengah sungai, cukup menguras habis tenaganya saat berenang.

"Saat itu saya sedang mencuci pakaian, dan mendengar teriakan korban. Saya langsung berenang menolong korban, dan langsung memegang rambut dan tangan korban. Tetapi saya tidak berhasil membawanya ke tepian," jelasnya.

Tubuh korban yang besar, ditambah derasnya arus bawah sungai, membuatnya cukup kehabisan tenaga. Dengan terpaksa, Samudi melepas korban dan kembali lagi ke tepian untuk mengambil napas dan minta bantuan.

"Arus bawahnya kencang, dan badannya juga besar. Apalagi, korban tidak memakai kaos dan hanya menggunakan kolor saja. Sehingga licin saat ditarik," pungkas Samudi.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak