alexametrics

Tuntutan Belum Dipenuhi, Ratusan Karyawan Palma Satu Kembali Berdemo

loading...
Tuntutan Belum Dipenuhi, Ratusan Karyawan Palma Satu Kembali Berdemo
Ratusan orang dari Aliansi Karyawan PT Palma Satu kembali menggelar unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019). Foto/Dok. SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ratusan orang dari Aliansi Karyawan PT Palma Satu kembali menggelar unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019). Massa sudah lima kali berunjuk rasa di depan KPK.

Massa mulai berunjuk rasa pukul 10.00 WIB. Mereka terlihat membawa spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan. Koordinator aksi Jasprando Damanik mengatakan tuntutan pihaknya masih sama seperti pada aksi-aksi sebelumnya. "Tuntutan kami masih sama. Kami meminta KPK segera membuka rekening PT Palma Satu yang diblokir," kata Jasparando.

Menurutnya, akibat pemblokiran tersebut ribuan karyawan terancam terkena PHK karena perusahaan tidak bisa membayar gaji. "Hingga saat ini karyawan belum bisa menerima gaji. Bahkan perusahaan terancam tutup operasionalnya. Untuk itu kami menuntut keadilan agar hak-hak kami tidak terdzalimi," ujarnya.Antoni Lawolo, salah satu peserta aksi dalam orasinya mengatakan, seorang pegawai humas KPK telah menemui perwakilan karyawan. "Tapi sampai saat ini belum ada jawaban pasti atas kegelisahan 1.100 karyawan PT Palma Satu," ujar Antoni dalam orasinya.
Sebelumnya, Aliansi Karyawan PT Palma Satu telah menggelar unjuk rasa di antaranya pada 11 November lalu. Secara keseluruhan, massa sudah lima kali berunjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK.



Demonstrasi diawali pada 31 Oktober 2019, berlanjut sehari berselang pada 1 November, kemudian 11 dan 12 November, dan terakhir pada hari ini. "Dengan semangat yang sama, kami datang untuk meminta KPK membuka pemblokiran rekening PT Palma Satu," kata Antoni.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak