alexametrics

Sidak Pasar Tradisional, Harga Cabai di Jakarta Melonjak Drastis

loading...
Sidak Pasar Tradisional, Harga Cabai di Jakarta Melonjak Drastis
Harga cabai di Jakarta melonjak dari Rp50 ribu perkilo menjadi Rp70 ribu perkilo karena pasokan dari daerah asal mengalami penurunan akibat banyak petani gagal panen karena kemarau. Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja
A+ A-
JAKARTA - Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) melakukan peninjauan ke dua pasar yakni Pasar Pademangan Barat dan Pasar Pademangan Timur untuk memantau harga kebutuhan pokok yang dikabarkan naik.

Berdasarkan hasil sidak tersebut diketahui kalau harga cabai melonjak drastis dari harga semula. Kondisi disebabkan dari menurunnya produksi di daerah sehingga pasokan ke Jakarta juga menurun.

"Terkait dengan harga sayuran, tadi saya cek harga di dua pasar (Pasar Pademangan Barat dan Pasar Pademangan Timur). Hampir semua sayuran harganya naik kecuali tomat, bawang merah dan bawang putih," kata Mujiati Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas KPKP kepada SINDOnews, Senin (22/7/2019).



Ia menambahkan sejumlah sayuran yang harganya naik antara lain:

1. Cabai merah TW (besar): Rp70.000 per kg (naik Rp30.000)
2. Cabai rawit merah : Rp80.000 per kg
3. Cabai rawit hijau : Rp80.000 per kg
4. Cabai merah keriting : Rp75.000 per kg
5. Cabai hijau besar: Rp40.000 per kg (naik Rp20.000 per kg)
6. Tomat : Rp 15.000 per kg (naik 5.000)
7. Kentang : Rp 14.000 per kg(naik Rp 2.000)
8. Timun : Rp 15.000 per kg (naik 5.000)
9. Kacang panjang : Rp 20.000 per kg (naik 5.000)
10. Buncis Rp 24.000 per kg (naik Rp 4.000).

Adapun sayuran yang harganya turun :
1. Bawang merah : Rp30.000 per kg (turun Rp5.000)
2. Tomat : Rp14.000 per kg (turun Rp4.000).

Mujiati menuturkan, pasokan cabai ke Pasar Induk Kramat Jati 92 ton per hari (normalnya 125 ton per hari). "Penurunan ini disebabkan karena turunnya produksi di daerah sentra cabai akibat musim kemarau," terangnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak laku terjual, pendagang mengurangin stok cabai. "Pedagang di pasar tradisional tetap menyediakan cabai, hanya stoknya dikurangi beberapa kg untuk mengurangi resiko kalau rusak atau gak laku," tutupnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak