alexametrics

Hujan Buatan, BPPT Sebut TMC Terbukti untuk Jangka Pendek

loading...
Hujan Buatan, BPPT Sebut TMC Terbukti untuk Jangka Pendek
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BB TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tri Handoko Seto mengatakan, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bisa digunakan untuk mengurangi tingkat polusi di Jakarta. Namun, kata dia, teknologi ini hanya bisa digunakan untuk jangka pendek.

Sedangkan, kata dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin agar ada solusi polusi udara untuk jangka panjang dan jangka pendek. Kalau untuk jangka pendek, tambahnya, TMC sudah terbukti dalam penanggulangan kebakaran hutan, lahan dan meminimalisir kabut asap, dalam berbagai operasi TMC di wilayah Sumatera Selatan, Riau, dan Kalimantan.

"Pak Anies menginginkan solusi terhadap polusi udara yang matang untuk jangka panjang. Sedangkan kan TMC sudah matang untuk jangka pendek, seperti mengatasi kebakaran hutan dan lahan, sebagai upaya mitigasi bencana," terangnya kepada wartawan, Sabtu (6/7/2019).



Terkait periode penerapan TMC yang disebutkan sebelumnya, kata dia, itu adalah hasil rapat tim BBTMC BPPT dengan tim TGUPP DKI. Sebagaimana yang disampaikan TGUPP DKI yang memang butuh cepat, yakni sebelum waktu anak-anak masuk sekolah.

Dia menambahkan, pihaknya yakin Pemprov DKI pasti menginginkan solusi teknologi yang terbaik untuk menjadi upaya mitigasi dalam mengatasi polusi udara ke depan. (Baca juga: Soal Hujan Buatan, Anies Akan Umumkan Jika Sudah Matang)

"Prinsipnya, kami BPPT selalu siap mendukung DKI dan seluruh pemda, serta memberikan layanan teknologi modifikasi cuaca untuk berbagai tujuan kesejahteraan masyarakat, termasuk mengurangi polusi udara yang dapat membahayakan warga," katanya. (Baca juga: Pemprov DKI Rencanakan Hujan Buatan untuk Kurangi Polusi Udara)
()
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak