alexametrics

Saling Tantang di Medsos, 2 Kelompok Remaja Tawuran di Cikokol

loading...
Saling Tantang di Medsos, 2 Kelompok Remaja Tawuran di Cikokol
Dua dari sembilan pelaku yang diringkus petugas Polsek Tangerang. Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - Tawuran antarkelompok remaja di Kota Tangerang, Banten, pecah di depan Transmart Cikokol, Tangerang yang menjadi kasus tawuran pertama Ramadhan 2019. Sebelumnya kedua kelompok remaja ini jannjian melalui media sosial untuk melakukan tawuran di lokasi.

Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono mengatakan, kedua kelompok remaja ini janjian di media sosial untuk tawuran disuatu tempat, menjelang waktu sahur.

"Pada Minggu 12 Mei 2019, sekitar jam 2 pagi, kami mendapat informasi akan adanya aksi tawuran, di Jembatan Merah, Babakan," kata Ewo, kepada wartawan, Senin (13/5/2019).



Mengetahui informasi itu, Ewo langsung menempatkan sejumlah personelnya untuk melakukan pengamanan. Baik yang berpakaian dinas, maupun berbaju preman.

"Para pemuda yang rata-rata menggunakan sepeda motor berboncengan kurang lebih sebanyak 20 unit motor ini lalu berkonvoi berkeliling," sambung Ewo.

Akhirnya, tawuran kelompok remaja itu pecah di depan Transmart Cikokol, Tangerang. Dari aksi tersebut 1 (satu) orang pelaku tawuran ditangkap.

"Dia kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit atas nama Galang Agustiansyah (21). Kami juga mengamankan 8 pemuda, pelaku tawuran lainnya," tambah Ewo.

Kedelapan remaja itu, antara lain berinisial R (22), RA (20), ARN (21), MSM (22), AS (22), RM (19), MI (19), dan WD (20). Meski tidak membawa sajam, mereka ditahan.

"Terhadap pelaku yang tidak membawa sajam akan dilakukan pembinaan oleh Unit Bimas. Namun sebagai efek jera tetap ditahan selama 1X24 jam," ungkapnya.

Sedangkan Galang, pelaku yang membawa sajam jenis arit ini, akan diproses dengan hukum yang berlaku, sesuai Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No12 tahun 1951 tentang Sajam.

Brigadir Budi, salah seorang anggota Polsek Benteng yang ikut dalam operasi mengatakan, saat dibubarkan beberapa pelaku melawan dan menyerang petugas.

"Saat akan melakukan penangkapan, saya sempat mendapatkan perlawanan dari pemuda yang tawuran dengan cara mengayunkan celurit," tambah Brigadir Budi.

Meski dapat menghindari ayunan celurit, nahas dirinya terkena pukulan bambu salah seorang pelaku tawuran, di bagian kepala, yang langsung kabur melarikan diri.

Tawuran antar kelompok remaja di Kota Tangerang memang marak. Sedikitnya, ada sejumlah wilayah rawan tawuran di Kecamatan Tangerang selama Ramadan.

Meliputi daerah Jembatan Merah, Kampung Babakan, Cikokol, Jalan MH Thamrin, Kebon Nanas, Tangerang, dan Jalan Benteng Betawi, Tanah Tinggi, Tangerang.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak