alexametrics

Serang Pelajar SMK hingga Tewas, 5 Kawanan Geng Motor Diringkus

loading...
Serang Pelajar SMK hingga Tewas, 5 Kawanan Geng Motor Diringkus
Polisi ringkus kawanan geng motor. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Polisi meringkus lima kawanan geng motor yang menewaskan pelajar SMK berinisial AL (16) saat tengah nongkrong di Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Jakarta Selatan, Rabu 8 Mei 2019 dini hari. Dua dari lima tersangka itu juga masih berstatus sebagai pelajar.

"Setelah periksa saksi dan rekaman kamera CCTV, kami tangkap lima orang dengan inisial MN (18), MA (18), ID (20), FP (17) dan MS (20)," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Para pelaku merupakan gabungan remaja dari kawasan Warung Jati dan Pejaten. Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui motif para remaja itu berkonvoi dan menyerang kelompok lain.



"Terhadap kelima orang yang diamankan dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Sedangkan yang berstatus di bawah umur akan dilakukan pemeriksaan didampingi oleh orangtuanya mengacu pada UU perlindungan anak," pungkasnya.

Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu 8 Mei 2019. Saat itu Al tengah nongkrong dengan teman-temanya, kemudian didatangi sekelompok geng motor yang langsung menyerangnya menggunakan senjata tajam.

"Sekitar jam 03.00 WIB datang rombongan motor melintas dari arah Pasar Minggu sekitar 10 sepeda motor berboncengan ke arah Depok," terangnya.

Saat penyerangan itu, kata dia, teman-teman AL lari berhamburan sedangkan korban sudah tak berdaya setelah senjata tajam mengenai bagian lehernya.

"Kemudian warga setempat membawa korban ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan dokter. Namun karena pendarahan tidak tertolong dan dinyatakan oleh dokter meninggal dunia," terangnya.
(mhd)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak