alexametrics

Pemkot Bekasi Alokasikan Rp110 Miliar untuk Biaya Pendidikan SD-SMP

loading...
Pemkot Bekasi Alokasikan Rp110 Miliar untuk Biaya Pendidikan SD-SMP
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di salah satu gerbang masuk Kota Bekasi.Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
BEKASI - Kota Bekasi masih terus bebenah dalam dunia pendidikan pada 2019 ini. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi fokus untuk pendidikan gratis.

Pemkot Bekasi dan Pemprov Jawa Barat mengalokasikan dana pendidikan. Namun, pendidikan gratis itu hanya mencakup jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama negeri (SMP). Diharapkan anggaran ini meng-cover seluruh pelajar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, anggaran sebesar itu berasal dari daerah dan pemerintah pusat. Untuk Kota Bekasi, di anggarkan dalam APBD 2019 2019 mencapai Rp110,1 miliar.”Anggaran sebesar ini untuk siswa sekolah dasar maupun tingkat pertama,” kata Inaya pada Minggu (20/1/2019).



Rinciannya, untuk sekolah dasar (SD) sebesar Rp58,6 miliar dengan jumlah siswa yang ditanggung sebanyak 174.652 anak. Adapun untuk sekolah menengah pertama (SMP) disiapkan Rp51,5 miliar dengan cakupan jumlah siswa mencapai 47.695. Sementara biaya yang ditanggung oleh Pemerintah Pusat mencapai Rp 286 miliar.

Inaya menjelaskan, jumlah itu berdasarkan data siswa penerima dana bantuan. Untuk siswa sekolah dasar menerima Rp800.000 per tahun, sedangkan bagi siswa SMP nilai bantuan sebesar Rp1 juta.”Bantuan ini yang mengelola sekolah, bukan diberikan kepada siswa. Kami hanya mengawasi distribusinya,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, tak ada biaya sekolah dibebankan kepada siswa. Sebab, biaya operasional sekolah yang ditanggung oleh pemerintah untuk kebutuhan operasional di sekolah itu sendiri, seperti membeli buku, membayar honor pegawai non-PNS, dan lainnya. Kecuali, untuk biaya personal tidak dibebankan.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak