alexametrics

Trayek Angkutan Umum di Jakarta Bakal Diperluas hingga Perkampungan

loading...
Trayek Angkutan Umum di Jakarta Bakal Diperluas hingga Perkampungan
DKI akan memperluas trayek angkutan umum hingga perkampungan warga. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menargetkan pada 2019 angkutan umum dapat melayani warga Ibu Kota hingga 95 persen dari kondisi saat ini di kisaran 68 persen. Untuk itu, Anies akan memperluas trayek angkutan umum hingga perkampungan.

Menurut Aniesn, Jakarta masih memiliki masalah transportasi umum. Dengan jumlah penduduk 10 juta lebih, kendaraan roda dua sudah mencapai 13 juta dan roda empat sekitar tiga juta unit. Belum lagi jumlah penduduk daerah satelit yang keluar masuk Jakarta.

Anies membeberkan, kendaraan angkutan umum di Jakarta tidak mengalami perubahan transformasi. Bahkan rute trayeknya sejak 1990-an tidak mengalami perluasan. "Makanya kenapa kami sekarang membangun Jak Lingko, karena kita ingin mengintegrasikan semua moda transportasi. Kami ingin menjangkau semua wilayah di Jakarta di atas 95 persen," ujar Anies di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018.

Anies menjelaskan, angkutan umum di Jakarta saat ini baru menjangkau 68 persen penduduk. Hal ini lantaran jarak halte dengan rumah warga paling pendek sekitar 1 kilometer. Dia menginginkan jangkauan jarak rumah dengan halte hanya sekitar 500 meter, sehingga jangkauan angkutan umum bisa di atas 95 persen.

Saat ini terobosan pengembangan transportasi sudah dilakukan, khususnya terkait dengan jalan protokol, seperti perluasan rute Transjakarta, Mass Rapid Transit (MRT), dan Light Rail Transit (LRT). Akan tetapi, masyarakat yang ingin menggunakan moda transportasi massa itu harus ke jalan protokol dan mayoritas menggunakan ojek atau taksi.

Ketimbang berpindah moda, masyarakat akhirnya memilih naik ojek atau taksi hingga tempat tujuan."Karena itulah yang saya katakan tadi, kita harus ubah untuk menjangkau semua," ungkapnya.

Anies menegaskan bahwa Jak Lingko mengintegrasikan antarmoda, manajemen, serta tarif. Dia pun berharap pada 2019 semuanya sudah dimulai. "Harus dibangun kendaraan mikro kecil sampai kampung, itu akan dikebut, insya Allah 2019 kita mulai," pungkasnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjiatmoko, menuturkan, untuk memulai Jak Lingko pihaknya akan melakukan rerouting (perubahan) trayek terlebih dahulu. Kemudian melibatkan seluruh operator existing untuk bergabung.

"Jak lingko bukan hanya rute, manajemen dan sistem pembayaran juga harus terintegrasi. Sehingga mendorong masyarakat untuk gunakan angkutan umum," ujarnya singkat.

Sementara itu, Direktur Pelayanan, Pengembangan Bisnis, dan Sumber Daya Manusia Transjakarta, Achmad Izzul Waro, menyebutkan butuh waktu tiga tahun untuk mewujudkan Jak Lingko. Tapi yang terpenting, konsep menggandeng operator kecil existing untuk perluas jangkauan ke daerah yang belum terlayani angkutan umum berjalan lancar.

Selain itu, lanjut mantan anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) itu, pihaknya akan mendorong instansi lain untuk mengembangkan Transit Oriented Development (TOD), baik yang skala penuh ataupun semi TOD.

"Dengan demikian semakin banyak warga yang bermukim dan bekerja di area berdekatan dengan halte, stasiun dan atau simpul transportasi publik lainnya," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak