alexametrics

Antisipasi Banjir, DKI Akan Teruskan Pembangunan Tanggul

loading...
Antisipasi Banjir, DKI Akan Teruskan Pembangunan Tanggul
Alat berat tengah melakukan pengerukan kali. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta terus berupaya untuk antisipasi banjir pada musim hujan yang sudah mulai datang saat ini. Tanggul Bantaran yang belum selesai dikerjakan akan ditutup sementara dalam waktu dekat ini.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, antisipasi banjir pada musim hujan saat ini terus dilakukan dan bahkan Rabu 7 November 2018 malam, dirinya mengunjungi langsung bantaran Kali Sunter di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Di sana, kata Anies, ada proyek tanggul yang belum selesai dikerjakan dan berakibat banjir saat kali meluap. Dia berjanji akan meneruskan pembangunan tanggul tersebut.

"Jadi warga di sana minta agar itu diteruskan karna tanggulnya separuh, karna tanggulnya separuh, kalau air nya besar, luber, ya kena warga. Jadi tadi malam kita sudah siapkan paling tidak jangka pendek nya tanggul temporer," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Anies menjelaskan, terusan pembangunan tanggul akan dilihat dahulu dari pembebasan lahan yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) tahunini. Menurutnya, apabila tidak bisa dilakukan tahun ini,paling tidak menggunakan tanggul sementara.

"Mudah-mudahan tidak banjir, jadi kita berharap itu, disiapkan paling tidak tanggul awal nya sampai kita eksekusi tanggul berikut nya," pungkasnya.

Salah satu penyebab terhentinya pembangunan tanggul itu akibat belum selesainya pembebasan lahan yang dilakukan SDA DKI Jakarta. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC), Bambang Hidayah menyebut program normalisasi sepanjang 33 kilometer yang dimulai sejak 2013 lalu baru berjalan sekitar 48% atau baru sekitar 16 kilometer. Normalisasi iterhenti sejak februari 2018 lantaran Pemprov DKI belum melakukan pembebsan lahan.

Padahal, kata Bambang, salah satu upaya untuk mengatasi banjir itu adalah normalisasi kali. Menurutnya, normalisasi kali dapat mmbuat kapasitas kali atau sungai menjadi lebih banyak menampung debit banjir.

"Tidak dikerjakan karena DKI ingin bangun alam naturalisasi," ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga menuturkan, persiapan DKI menghadapi banjir secara umum baru akan teruji saat musim hujan tiba.

Berdasarkan pengamatannya, Nirwono menyebut ada tiga hal yang perlu dicatat. Pertama, seluruh saluran kota belum sepenuhnya bebas dari lumpur dan sampah. Sehingga, besar kemungkinan tetap ada genangan air, terutama di jalan dan persimpangan jalan, serta underpass.

Kedua, lanjut Nirwono, pengerukan sungai juga baru terbatas di beberapa sungai, sementara proses pembebasan lahan untuk pelebaran sungai terhenti. Sehingga, pemukiman yang berbatasan sungai bis dipastikan akan terkena banjir kembali.

"Ketiga pengerukan dan penataan danau waduk situ (daerah tampungan air) belum maksimal dilakukan, sehingga kapasitas masih terbatas dan tidak banyak membantu mengurangi banjir," pungkasnya.

Terkait konsep naturalisasi yang digadang-gadangkan Gubernur Anies sejak masa kampanye di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017, Nirwono hingga saat ini belum pernah melihatnya.

"Itulah salah satu alasan kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat pupr menunda penurapan bantaran kali ditahun ini sampe ada kejelasan konsep naturalisasi tersebut," pungkasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak