alexametrics

Berpacu dengan Asian Games, Jakpro Percepat Datangkan Gerbong LRT

loading...
Berpacu dengan Asian Games, Jakpro Percepat Datangkan Gerbong LRT
Foto: Ilustrasi/KORAN SINDO
A+ A-
JAKARTA - ‎PT Jakarta Propertindo mempercepat kedatangan gerbong light rail transit (LRT) dari dua menjadi enam gerbong per bulan. Hal ini bertujuan agar 16 gerbong dapat tersedia sebelum Asian Games bulan Agustus mendatang. Sebanyak enam gerbong LRT untuk Velodrome-Kelapa Gading, akan datang pada akhir bulan ini.

Direktur PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Satya Heragandhi, mengatakan, semua proyek kontruksi Asian Games yang ditugaskan kepada PT Jakpro berjalan sesuai jadwal dan bahkan sampai tahap penyelesaian sertifikasi.

Keterlambatan hanya terjadi di bagian atas antara Velodrome-Kelapa Gading, Namun bisa diatasi dengan menggeser pengerjaan ke Depo, lalu dipasang kembali di segmen atas. Hingga 28 April lalu, pengerjaan sudah mencapai sekitar 77,4 persen. Dia optimistis pengerjaan akan selesai pada pertengahan Juni dan mendapatkan sertifikasi pada Juli.

Sambil menunggu pengerjaan tersebut, Satya berupaya untuk mempercepat kedatangan gerbong. Awalnya hanya didatangkan dua gerbong pada akhir bulan ini, namun pihaknya mendapatkan informasi akan datang menjadi enam gerbong.

Kemudian, enam gerbong lagi akan datang pada Juni mendatang. Dengan demikian, pada saat perhelatan Asian Games dimulai, sebanyak 16 gerbong yang dipesan sudah hadir semua di Jakarta.

"Kami harap tidak ada kendala pengiriman gerbong. Pada Asian Games diprediksi hanya delapan dari 16 gerbong yang telah mendapatkan sertifikasi dan bisa beroperasi," ujar Satya di Balai Kota, Rabu (16/5/2018).

Untuk mendapatkan sertifikasi, pemerintah pusatlah yang memiliki kewenangan melakukanya. Namun, lantaran LRT baru kali pertama di Indonesia, peralatan uji coba untuk sertifikasi belum ada di Jakarta dan harus dilengkapi terlebih dahulu.

Satya telah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dan penghitungan tarif serta biaya operasional LRT, termasuk perawatanya. Akan ada biaya perawatan non sipil (non infrastruktur) yang diserahkan Pemprov kepada PT Jakpro dan pastinya membebani biaya tarif operasional LRT.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak