alexametrics

KPK Periksa Gedung Pemkot Tangsel, Wahidin: Saya Tidak Mau Tahu

loading...
KPK Periksa Gedung Pemkot Tangsel, Wahidin: Saya Tidak Mau Tahu
Gubernur Banten Wahidin Halim diwawancarai wartawan terkait pemeriksaan konstruksi gedung Pemkot Tangsel oleh penyidik KPK. Foto: KORAN SINDO/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Pemeriksaan konstruksi gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditanggapi dingin oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.

Wahidin Halim menyatakan sepenuhnya menyerahkan kasus itu kepada KPK dan tidak mau ikut campur. "Saya tidak mau tahu, juga tidak mau denger. Itu urusan KPK," ujar Wahidin saat ditemui di gedung Pemkot Tangsel, Selasa (15/5/2018). (Baca juga: Penyidik KPK Periksa Konstruksi Gedung Pemkot Tangsel)

Seolah tidak ambil pusing, pria yang akrab disapa WH ini langsung pergi naik mobil meninggalkan wartawan. Tapi dia sempat membuka kaca jendela mobilnya dan tersenyum kepada Airin Rachmi Diany.

"Saya ini menjabat lima tahun. Jadi tolong, jangan tanya satu tahun program apa saja yang saya lakukan. Saya menjabat lima tahun," kata Wahidin.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany yang ditemui seusai peresmian gedung sementara Pengadilan Negeri Tangsel, enggan menjawab semua pertanyaan terkait pemeriksaan KPK. (Baca juga: Gedung Pemkot Diperiksa KPK, Airin: Tidak Tahu, Silakan ke Bapak)

Berdasarkan pantauan di gedung Pemkot Tangsel hingga pukul 19.30 WIB tadi, sejumlah penyidik KPK masih berada di sana. Namun para  penyidik KPK tetap tidak bisa dimintai komentar.

Juru bicara KPK Febri Diansyah juga masih belum mau memberikan keterangan. Saat dihubungi KORAN SINDO melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, belum dijawab.

Febri belum bersedia menjawab diduga karena penyidikan masih berlangsung dan masih menunggu ada penetapan tersangka dari kasus ini.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak