alexametrics

Bersihkan Hutan Mangrove, Anies: Sampah Plastik Luar Biasa Volumenya

loading...
Bersihkan Hutan Mangrove, Anies: Sampah Plastik Luar Biasa Volumenya
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut terjun membersihkan sampah dengan petugas PSSU dan jajarannya di Hutan Mangrove, Pluit, Jakarta Utara. Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan ikut terjun membersihkan sampah yang berserakan di Kawasan Hutan Bakau Ecomarine Tourism Mangrove, Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Banyaknya sampah itu diketahui sejak awal Februari 2018.

Anies mengatakan, bahwa Pemprov DKI Jakarta melakukan penanganan cepat untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut sejak Sabtu kemarin. Fenomena penumpukan atau lautan sampah di pesisir utara Jakarta ini baru pertama kali terjadi.

"Siang ini kami di Pluit, merespons laporan dari masyarakat atas sampah yang ada di pesisir dan setelah dilaporkan kemudian langsung Dinas LH (Lingkungan Hidup) bergerak membersihkan. Selama beberapa hari ini sudah terkumpul lebih dari 50 ton sampah, karena lokasinya, maka pembersihannya tidak bisa menggunakan alat-alat besar untuk mengangkut, (jadi) harus pakai kapal, tidak bisa dilakukan dengan alat berat karena akses yang memungkinkan harus pakai kapal," ujar Anies di lokasi, Senin (19/3/2018).

Kegiatan pembersihan ini diperkirakan akan memakan waktu seminggu dan mengerahkan ratusan petugas PPSU dan tim kerja lainnya yang terkait, untuk melakukan pembersihan secara manual. Namun terdapat satu unit alat berat backhoe amphibi milik UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang diperbantukan. (Baca: Sampah di Teluk Jakarta, Sandiaga: Ada Nelayan yang Tak Patuh)

"Jadi, harus pakai eskavator dan tenaga manusia untuk langsung diangkat pakai alat seperti garpu. Sebenarnya kalau dikeruk itu sulit, jadi mau tidak mau (akhirnya) harus pakai tangan. Lebih dari 400 orang tenaga untuk mengangkut sampah-sampah tersebut," lanjutnya.

Sampah yang menumpuk, diperkirakan setebal 2,5 meter ke dalamannya, dan pencemaran di wilayah Teluk Jakarta ini mayoritas bersumber dari limbah domestik rumah tangga yang menyebabkan air laut menjadi tercemar dan berdampak buruk bagi ekosistem di lingkungan sekitar.

Tumpukan sampah itu pun bisa dilalui dengan berjalan kaki. Sampah tersebut kemudian dipindahkan ke truk yang ada di dermaga untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah di Bantargebang, Bekasi.

"Diperkirakan masih ada 50 ton lagi sampah-sampah yang ada di sini, sampah ini mayoritas dari plastik rumah tangga yang mulai diduga terkumpul sejak akhir Desember (2017) karena angin barat. Angin tersebut mengakibatkan lahan rusak yang semula digunakan untuk lahan mangrove dan budi daya bandeng," tambah Anies.

Anies meminta seluruh rumah tangga atau warga untuk buang sampah pada tempatnya. Jangan buang sembarangan khususnya di sungai. "Apalagi sampah plastik yang luar biasa volumenya," tutupnya. (Baca: Tumpukan Sampah di Hutan Mangrove Dipastikan dari Luar Jakarta)
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak